waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Fatah dukung perombakan pemerintah Fayyad

Written By cripto on Thursday, May 17, 2012 | 4:00 AM

Presiden Palestina Mahmoud Abbas dari Partai Fatah, Rabu, mengumumkan bahwa ia mendukung pemerintah hasil perombakan yang dipimpin Perdana Menteri Salam Fayyad, yang dilantik di kantor pusat Abbas di kota Tepi Barat Ramallah.
SRC:www.antaranews.com

Presiden Palestina Mahmoud Abbas (REUTERS/Stringer )



Ramallah/Gaza (ANTARA News) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas dari Partai Fatah, Rabu, mengumumkan bahwa ia mendukung pemerintah hasil perombakan yang dipimpin Perdana Menteri Salam Fayyad, yang dilantik di kantor pusat Abbas di kota Tepi Barat Ramallah.

Komite pusat Partai Fatah mengatakan dalam satu pernyataan pers yang dikirim melalui surat elektronik kepada Xinhua, bahwa merujuk pada Surat Abbas mengenai penunjukan Fayyad menjadi kepala pemerintah, partai Fatah mendukung kebijakan pemerintah untuk melaksanakan misi-misinya.

"Misi itu terkait dengan pengembangan, menciptakan lapangan kerja dan memberikan pelayanan terbaik serta kesejahteraan sosial bagi rakyat kita," kata pernyataan Partai Fatah.

Rabu pagi, Fayyad dan 23 menteri mengambil sumpah di hadapan Presiden Palestina Mahmud Abbas setelah keputusan merombak pemerintah sebelumnya.

Fayyad adalah orang pertama yang disumpah dengan meletakkan tangannya di atas Al Quran, dan membaca sumpah yang mengharuskan menteri untuk menghormati hukum dan konstitusi serta sepenuhnya membela kepentingan rakyat Palestina.

Dua puluh tiga menteri mengikuti Fayyad membaca sumpah di depan Abbas. Kabinet ini termasuk enam wanita dan lima menteri dari Jalur Gaza, yang diperintah oleh gerakan Islam Hamas.

Sementara itu, gerakan Hamas pada Rabu, mengecam Abbas atas reshuffle pemerintah yang berpusat di Tepi Barat.

Hamas menganggap bahwa langkah Abbas adalah "tidak dapat dibenarkan dan mempersulit upaya untuk mencapai rekonsiliasi nasional dan merusak kepentingan rakyat Palestina," kata Salah Al-Bardaweel, juru bicara Hamas.

Tetapi Abbas juga telah sering menuduh Hamas, yang mengalahkan pasukannya di Gaza pada tahun 2007, menghalangi pelaksanaan kesepakatan rekonsiliasi terbaru, yang ditengahi oleh Qatar pada Februari.
(H-AK/H-RN)

Posted by cripto at 4:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates