waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Komaruddin: unjuk rasa BBM tak berdiri sendiri

Written By cripto on Thursday, March 29, 2012 | 12:45 AM

Komaruddin: unjuk rasa BBM tak berdiri sendiri

Rektor Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Jakarta Komaruddin Hidayat menyatakan, aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang terjadi akhir-akhir ini merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat, termasuk di ...
SRC:www.antaranews.com

Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat. (FOTO.ANTARA)

Yang utama pemerintah sebelum menaikkan harga BBM itu harus menunjukkan prestasi baik dalam memberikan pelayanan kepada rakyat, misalnya, pelayanan kesehatan, pendidikan termasuk pembangunan infrastruktur khususnya pembangunan jalan.





Jakarta (ANTARA News) - Rektor Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Jakarta Komaruddin Hidayat menyatakan, aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang terjadi akhir-akhir ini merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa, terhadap kebijakan pemerintah.

"Kita memang memahami kenaikan harga BBM karena meningkatnya harga minyak dunia," kata Komaruddin usai mendampingi Menteri Agama Suryadharma Ali ketika menerima peserta "Follow Up Training" Penguatan Toleransi di Kalangan Tokoh Muda Lintas Agama di Jakarta, Kamis.

Namun Komaruddin Hidayat mengatakan bahwa unjuk rasa yang terjadi dewasa ini tidak berdiri sendiri.
Kekecewaan masyarakat terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengakumulasi.

Mulai dari lambatnya upaya pemberantasan korupsi, lambatnya pembangunan infrastruktur seperti jalan raya dan beberapa kebijakan yang dirasakan tidak prorakyat.

Walaupun hal itu tidak dominan, sudah mengakumulasi. Peristiwa unjuk rasa menolak kenaikan BBM merupakan "pintu masuk" pelampiasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, katanya.

Masyarakat kecewa dengan kebijakan menaikan harga BBM itu karena prestasi pemerintah dalam pemberantasan korupsi tidak tuntas, termasuk manajemen pemerintah dalam menaikkan harga BBM tidak dilakukan secara bertahap.

"Yang utama pemerintah sebelum menaikkan harga BBM itu harus menunjukkan prestasi baik dalam memberikan pelayanan kepada rakyat, misalnya, pelayanan kesehatan, pendidikan termasuk pembangunan infrastruktur khususnya pembangunan jalan. Saya kira kalau itu semua sudah dilakukan pemerintah maka rakyat juga tidak akan marah dengan kebijakan pemerintah menaikan harga BBM," papar Komaruddin.

Namun di sisi lain ia menyatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak bisa dijatuhkan dari kursi kepresidenan hanya karena aksi unjuk rasa yang menuntutnya mundur. Sejarah selama ini presiden turun ada dua, karena melanggar konstitusi dan adanya krisis ekonomi.

"Sekarang pertanyaan SBY melanggar konstitusi tidak, atau sekarang ini Indonesia dalam krisis ekonomi atau tidak," kata Rektor Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Komaruddin Hidayat.

(E001/A011)

Posted by cripto at 12:45 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan
    Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan so...
  • Riwayat hidup Roger Federer
    Berikut ini data dan fakta petenis Swiss, Roger Federer, yang meraih gelar juara untuk ketujuh kalinya dalam turnamen itu setelah menang pad...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • 19 orang tewas akibat kereta api tabrak truk di Afsel
    Satu kereta api menabrak truk yang membawa para petani di satu perlintasan di Afrika Selatan bagian timur, Jumat, dan menewaskan setidaknya...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates