Beirut (AFP/ANTARA) - Sedikitnya lima orang, termasuk tiga orang warga sipil, terbunuh dalam kekerasan yang terjadi Kamis dinihari di Suriah, kata sebuah kelompok monitoring.Warga sipil tewas ketika pasukan rezim menyerbu desa dekat kota Maaret al-Numan, di barat laut provinsi Idlib, yang telah berada di bawah serangan militer tanpa henti sejak awal bulan ini, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan.Di pusat provinsi Hama, dua tentara tewas ketika kendaraan mereka diserang oleh pemberontak bersenjata, kelompok HAM yang berbasis di Inggris, menambahkan. ...
SRC:id.berita.yahoo.com
Beirut (AFP/ANTARA) - Sedikitnya lima orang, termasuk tiga orang warga sipil, terbunuh dalam kekerasan yang terjadi Kamis dinihari di Suriah, kata sebuah kelompok monitoring.
Warga sipil tewas ketika pasukan rezim menyerbu desa dekat kota Maaret al-Numan, di barat laut provinsi Idlib, yang telah berada di bawah serangan militer tanpa henti sejak awal bulan ini, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan.
Di pusat provinsi Hama, dua tentara tewas ketika kendaraan mereka diserang oleh pemberontak bersenjata, kelompok HAM yang berbasis di Inggris, menambahkan.
Bentrokan juga terjadi dekat kota Zabadani, di provinsi Damaskus.
Sebuah ledakan dilaporkan terjadi di Harasta, juga di provinsi Damaskus, dan gumpalan asap dapat terlihat membubung di dekat sebuah pos pemeriksaan militer, kata Observatorium itu.
Di desa Dael, di selatan provinsi Daraa, bentrokan sengit terjadi antara pasukan rezim dan pasukan pemberontak.
"Delapan tentara terluka dan sebuah kendaraan lapis baja militer hancur," kata Observatorium tersebut.
Kekerasan itu berlangsung meskipun PBB mengatakan awal pekan ini bahwa Presiden Bashar al-Assad telah menyetujui rencana untuk menghentikan selama satu tahun pertumpahan darah yang telah menewaskan lebih dari 9.000 orang tewas.
Rezim telah mengabaikan paduan suara kecaman internasional dan menekan dengan kampanye untuk menghancurkan kubu pemberontak.
Para pemberontak, yang kalah senjata dan kalah jumlah, terpaksa melakukan operasi hit and run karena mereka berusaha untuk menggulingkan rezim.(nn/mp)
No comments:
Post a Comment