SRC:www.antaranews.com
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan (Menkeu), Agus Martowardojo, mengharapkan lembaga pemeringkat internasional Standar`s&Poor (S&P) segera memberikan peringkat layak investasi (investment grade) kepada Indonesia.
"Kita harapkan Standar`s&Poor bisa memberikan update yang baik," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.
Lembaga pemeringkat S&P merupakan satu-satunya lembaga yang belum memberikan peringkat layak investasi, padahal Fitch Ratings dan Moody`s telah memberikan peringkat tersebut pada akhir 2011.
Menkeu mengatakan, delegasi S&P pada Rabu (28/3) telah bertemu dengan pemerintah untuk meminta perkembangan terbaru terkait kondisi fiskal Indonesia yang membaik ditengah perlambatan perekonomian dunia.
"Dia baru minta update informasi, jadi (S&P) memiliki perhatian yang tinggi memang terhadap perkembangan fiskal," katanya.
Menkeu memberikan penjelasan kepada delegasi S&P bahwa pemerintah telah mengajukan pembahasan APBN Perubahan lebih awal dari jadwal sebelumnya, karena kenaikan harga minyak dunia dapat berpotensi mengganggu anggaran negara.
Menurut dia, S&P memberikan apresiasi atas kebijakan pemerintah untuk meredam perlambatan perekonomian global tersebut dengan memperkuat ketahanan fiskal.
"Kita melakukan RAPBN-P ini cukup mendapatkan apresiasi," ujarnya.
Sebelumnya, lembaga pemeringkat Fitch dalam laporannya menekankan bahwa peringkat layak investasi mencerminkan disiplin fiskal yang berkesinambungan, pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkualitas serta rasio utang publik yang rendah dan cenderung menurun.
Peringkat layak investasi tersebut juga memperlihatkan Indonesia memiliki likuiditas eksternal yang kuat dan memiliki kerangka kebijakan makro yang berhati-hati. (*)
No comments:
Post a Comment