SRC:www.antaranews.com
Perwakilan Khusus Liga Arab-PBB untuk Suriah Kofi Annan (REUTERS/Denis Balibouse)
Sebuah tayangan menunjukkan kebakaran yang membubung tinggi dengan asap hitam di setidaknya dua lokasi di Homs, kota terbesar ketiga di Suriah, yang juga merupakan episentrum revolusi yang sudah berjalan satu tahun, lapor Reuters.
Penduduk kota itu menuduh tentara telah menembakkan meriam tanpa memperhatikan warga sipil.
"Setiap hari penembakan meriam terus terjadi. Rezim ini sedang menghapus kota ini," kata salah satu aktivis yang tinggal di Homs, Waleed Faris.
"Sebanyak 16 orang tewas dalam bentrokan di sekitar tempat itu, dengan delapan sekarat di tengah kota," kata organisasi hak asasi manusia yang berkantor di Inggris "Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).
Organisasi tersebut juga mengatakan bahwa dua dari 16 orang yang tewas masih anak-anak.
Di sisi lain, mengikuti contoh negara-negara Arab dan Barat yang lain, Turki menyatakan bahwa mereka sudah menghentikan semua aktivitas di kedutaan untuk Suriah karena situasi semakin memburuk.
Norwegia juga mengumumkan hal sama.
Turki, yang dulunya merupakan aliansi dekat Assad, mengecam upaya untuk menghancurkan pemberontakan dan mengumumkan pada Minggu bahwa mereka akan bekerja sama dengan Washington untuk menyediakan bantuan "tidak-mematikan" untuk kelompok oposisi.
Sementara itu, pemerintah Suriah sendiri sudah secara resmi merespon rencana perdamaian yang diusulkan oleh utusan Liga Arab dan Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan. Namun pejabat kantor Annan tidak memberi pemaparan yang detail tentang respon tersebut.
"Mr. Annan sedang mempelajari itu dan akan segera merespon kembali," kata juru bicara Annan Ahmad Fawzi di Jenewa.
Annan, yang mewakili Damaskus dengan usulan perdamaian awal bulan ini, mengatakan pada Minggu bahwa krisis di Suriah tidak akan berlangsung selamanya tapi menambahkan bahwa dia tidak akan menentukan batas akhir resolusi dari konflik di negara itu.
"Pada situasi di mana tidak ada kesepakatan di antara dua pihak, adalah sangat tidak berguna menetapkan jadwal dan batas waktu," kata Annan kepada wartawan di Moskow setelah bertemu dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Minggu.
"Namun tidak adanya batas waktu ini tidak boleh membuat resolusi disepakati dalam waktu yang tak terbatas. Sebagaimana saya sampaikan kepada dua kelompok yang berkonflik, mereka tidak akan mampu melawan angin transformasi yang bertiup kencang," dia menambahkan sebelum terbang untuk bertemu dengan pemimpin China pada Selasa.
Bertempur Di Perbatasan Turki
Pemerintah Suriah sendiri mengatakan bahwa mereka saat ini sedang berperang melawan kelompok teroris yang didukung oleh asing. Kantor berita negara itu, Sana, melaporkan pada Senin bahwa tentara telah menggagalkan penyelundup bersenjata yang mencoba memasuki Suriah melalui perbatasan Turki di dekat desa Darkoush.
Laporan tersebut menuliskan bahwa beberapa orang yang tidak diketahui jumlah pastinya telah terbunuh dan terluka. Aktivis mengatakan dua orang Aljazair berkebangsaan Inggris juga terlibat dalam insiden tersebut. Satu orang akhirnya meninggal dan yang lainnya mengalami luka-luka.
Terdapat laporan bertentangan soal apakah mereka merupakan wartawan atau dua orang yang ingin bergabung dengan gerilyawan.
Di Harasta, sebuah kota dekat dengan ibu kota Damaskus, gerilyawan menyerang bus militer dan membunuh tiga orang tentara, kata SOHR mengutip jaringan organisasinya yang berada di Suriah.
Peperangan besar di provinsi Hama juga terus berlangsung, kata aktivis tersebut. Mereka mengunggah rekaman asap yang mengepul dari kastil tua di tengah suara tembakan yang berderak di kota Qalaat al-Madyaq, yang diyakini berada di tangan pemberontak.
Video-video dan laporan dari dalam Suriah tidak bisa dipastikan kebenarannya karena pemerintah telah membatasi akses bagi jurnalis dan pekerja hak asasi manusia.
Kantor berita Sana melaporkan bahwa tentara telah membunuh "enam buron teroris paling berbahaya" dalam sebuah serangan di wilayah selatan provinsi Deraa. Mereka juga menggagalkan upaya pemberontak untuk meledakkan jembatan al-Najih yang menghubungkan Damaskus dan Deraa, tulis laporan itu.
Keributan terus terjadi di Suriah meskipun pasukan negara tersebut sudah secara aktif berusaha merebut wilayah gerilyawan.
Aktivis mengatakan pemerintah kesulitan mempertahankan area-area tersebut dalam waktu lama, karena para pemberontak selalu bergantian datang, sebagaimana terjadi di Homs.
Larangan Perjalanan
Munculnya tanda-tanda ketidakpastian keamanan membuat Suriah melarang pria dengan umur militer meninggalkan negara tersebut, kata pejabat Lebanon Senin.
Larangan tersebut, yang dikeluarkan Sabtu, mensyaratkan pria berumur 18 sampai 42 harus mendapatkan izin dari militer dan departemen imigrasi sebelum melakukan perjalanan, kata sumber itu. Sumber tersebut menambahkan bahwa lalu lintas di perbatasan antara Beirut dan Damaskus telah turun 60 persen sejak diterapkannya aturan itu.
Aturan itu berpotensi berdampak pada arus ribuan pekerja Suriah yang pergi ke Lebanon untuk menyelesaikan proyek pertanian dan konstruksi.
PBB sendiri mengatakan bahwa lebih dari 8.000 manusia tewas dalam revolusi dan hanya ada sedikit harapan tercapainya resolusi yang cepat.
Enam poin usulan perdamaian Annan menyerukan genjatan senjata, dialog politik di atara pemerintah dan oposisi, serta akses penuh bagi organisasi bantuan.
Rusia dan China sebelumnya memveto resolusi Dewan Keamanan PBB, dan memancing reaksi Barat yang mengatakan bahwa kedua negara itu telah memberi izin pada Assad untuk membunuh.
Meskipun demikian, Moskow dan Beijing memberi dukungan penuh bagi misi Annan sementara bagi sng diplomat veteran, dia membutuhkan jaminan dari dua ibu kota itu bahwa mereka akan terus menekan Assad untuk mempertimbangkan usulannya. (G005/AK)
No comments:
Post a Comment