Tokyo (AFP/ANTARA) â" Operator pembangkit listrik tenaga nuklir, pada Kamis akan meminta pemerintah Jepang agar memberikan suntikan dana sebesar 12 miliar dolar Amerika (setara Rp110,2 triliun), agar pemerintah dapat mengontrol perusahaan tersebut, seperti yang diungkapkan beberapa laporan.Perusahaan raksasa swasta pembangkit listrik, Tokyo Electric Power (TEPCO) akan meminta dukungan dana dari negara sebesar satu triliun yen (sekitar Rp111,1 triliun), untuk menghindari kepailitan, seperti yang dilaporkan Jiji Press dan Asahi Shimbun. ...
SRC:id.berita.yahoo.com
Tokyo (AFP/ANTARA) â" Operator pembangkit listrik tenaga nuklir, pada Kamis akan meminta pemerintah Jepang agar memberikan suntikan dana sebesar 12 miliar dolar Amerika (setara Rp110,2 triliun), agar pemerintah dapat mengontrol perusahaan tersebut, seperti yang diungkapkan beberapa laporan.
Perusahaan raksasa swasta pembangkit listrik, Tokyo Electric Power (TEPCO) akan meminta dukungan dana dari negara sebesar satu triliun yen (sekitar Rp111,1 triliun), untuk menghindari kepailitan, seperti yang dilaporkan Jiji Press dan Asahi Shimbun.
TEPCO juga akan meminta tambahan dana sebesar 800 miliar yen (sekitar Rp88,8 trliun), yang akan digunakan untuk membayar tagihan kompensasi kepada para korban bencana nuklir, di pembangkit listrik Fukushima Daiichi, setelah bencana gempa dan tsunami pada tahun lalu, menurut laporan tersebut.
Jika permintaan suntikan dana itu disetujui, maka total uang hasil pembayaran pajak yang diserahkan kepada TEPCO bertambah hingga 3,5 triliun yen (sekitar Rp388,9 triliun).
Suntikan modal yang diusulkan tersebut merupakan sebuah respon terhadap membengkaknya pengeluaran TEPCO selama fiskal tahun ini hingga akhir Maret, untuk memfungsikan kembali pembangkit yang lumpuh dan untuk dekontaminasi, kata laporan tersebut.
Setelah rapat umum pemegang saham pada bulan Juni, pemerintah Jepang akan mengakuisisi saham baru, melaluiNuclear Damage Liability Facilitation Fund, kata Jiji.
Pemerintah Jepang bermaksud untuk mendapatkan sedikitnya 51 persen, dan meningkatkan dua per tiga dari hak suara, sehingga dapat mempercepat reformasi manajemen TEPCO.
Laporan sebelumnya mengatakan, bahwa TEPCO berusaha untuk tetap menjadi perusahaan swasta, sementara Menteri Perindustrian, Yukio Edano menuntut kontrol manajemen, sebagai imbalan suntikan dana sebesar satu triliun yen (sekitar Rp111,5 triliun). (ai/ml)
No comments:
Post a Comment