waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Kemendikbud: pendidikan karakter tidak bisa hanya diceramahkan

Written By cripto on Thursday, April 5, 2012 | 10:00 PM

Pendidikan karakter tidak bisa hanya diceramahkan, namun harus ada figur yang dapat menjadi panutan bagi orang lain dan harus dicontohkan.
SRC:www.antaranews.com

Dicontohkan maksudnya harus ada figur yang dapat menjadi panutan bagi orang lainnya. Artinya melalui keteladananlah pendidikan karakter itu baru bisa benar-benar berjalan sebagimana yang kita harapkan bersama.





Medan (ANTARA News) - Pendidikan karakter tidak bisa hanya diceramahkan, namun harus ada figur yang dapat menjadi panutan bagi orang lain dan harus dicontohkan.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Peningkatan Mutu Pendidikan (BP SDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Syawal Gultom , di Medan, Jumat.

"Dicontohkan maksudnya harus ada figur yang dapat menjadi panutan bagi orang lainnya. Artinya melalui keteladananlah pendidikan karakter itu baru bisa benar-benar berjalan sebagimana yang kita harapkan bersama," katanya, di Medan, Jumat.

Ia mengatakan lingkungan sangat menentukan dalam pembentukan karakter seseorang. Jika lingkungan baik maka karakter yang baik dengan sendirinya akan terbentuk pada seseorang, demikian juga sebaliknya jika lingkungan tidak baik maka karakter nya juga akan cenderung tidak baik.

Misalnya jika ingin membiasakan atau menularkan karakter baik pada suatu lembaga atau institusi, maka terlebih dahulu harus dicari sosok yang benar-benar memiliki karakter yang baik untuk dijadikan model atau teladan tentang karakter.

Dengan adanya model atau sosok teladan tersebut, barulah orang lain disekitarnya dapat mencontoh atau meniru pribadi sosok tersebut. Dengan demikian kedepannya karakter tersebut bisa menjadi budaya di lembaga atau institusi tersebut.

"Inilah yang saya maksud mengapa karakter itu tidak bisa diajarkan hanya melalui ceramah, melainkan harus ditularkan, dilatihkan dan dicontohkan melalui sosok seseorang. Apalagi sosok tersebut adalah pimpinanannya sendiri tentunya pendidikan karakter itu akan lebih mudah menjadi budaya," katanya.

Pengamat pendidikan Universitas Sumatera Utara (USU) Zulnaidi Mhum mengatakan pembentukan karakter seseorang tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dilakukan sejak usia dini.

Jika karakter sudah terbentuk sejak usia dini, maka tidak akan mudah untuk mengubah karakter seseorang. Apabila anak sedari kecil sudah dilatih sopan santun maka sifat tersebut akan terbawa sampai tua.

"Pendidikan karakter diharapkan dapat membangun kepribadian bangsa. Membawa negara ini menjadi negara yang maju dan disegani," katanya.

Posted by cripto at 10:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • Indonesia bidik Eropa lewat "Tong-Tong Fair"
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membidik wisatawan Eropa di Tong-Tong Fair bertema "Java" yang berlangsung di Malievel...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates