waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Kemenparekraf-Kemendikbud sinergi bangun industri film

Written By cripto on Thursday, April 5, 2012 | 10:00 AM

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (bersinergi membangun industri film yang memiliki prospek sangat bagus di Indonesia.
SRC:www.antaranews.com

Mari Elka Pangestu (FOTO ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (bersinergi membangun industri film yang memiliki prospek sangat bagus di Indonesia.

Menparekraf Mari Elka Pangestu pada keterangan persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat, mengatakan pemerintah memiliki kepentingan membangun karakter dan jati diri bangsa lewat perfilman, namun juga menyadari pentingnya masuk dalam aspek ekonomi.

"Oleh karena itu Kemenparekraf dan Kemdikbud menyepakati bahwa kami bersama dengan insan perfilman akan membawa perfilman Indonesia menjadi industri perfilman yang mandiri, yang mampu menciptakan nilai tambah secara ekonomi, tetapi harus tetap menjaga nilai sosial dan budaya serta kelestarian lingkungan," ujar Mari Pangestu pada Hari Film Nasional yang juga dihadiri Mendikbud Mohammad Nuh.

Ia mengatakan kedua kementerian juga sepakat akan percepatan penyelesaian permasalahan perfilman di Indonesia, mulai dari persoalan kuantitas dan kualitas SDM, akses pembiayaa, jangkauan serta kebijakan distribusi dan pertunjukan film, peningkatan apresiasi terhadap film dan pekerja film, hingga aspek kelembagaan.

Mari mengatakan masalah SDM sangat penting dalam membangun industri perfilman.

Sayangnya, saat ini Indonesia baru memiliki satu pendidikan tinggi jurusan perfilman, yakni Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

"Kemenparekraf dan Kemdikbud akan bersinergi untuk memberikan akses pendidikan dan pelatihan seluas-luasnya kepada insan perfilman," ujarnya. Kemendikbud, lanjut dia, akan berupaya untuk mengembangkan institusi pendidikan formal yang terkait dengan perfilman, sehingga dapat dihasilkan pekerja-pekerja film yang handal.

Sedangkan Kemenparekraf akan memperkuat pekerja film Indonesia untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengelola produksi film, memahami perkembangan teknologi perfilman melalui pendidikan informal, lokakarya, kerja sama dengan perusahaan-perusahaan film di dunia, ataupun kerja sama produksi dengan produser film luar negeri.

Mari juga mengakui ada persoalan dalam distribusi film terkait kurangnya jumlah bioskop, belum adanya tata edar, belum adanya aturan pertunjukan film, serta belum adanya sistem informasi jumlah penonton film.

"Jangkauan penonton film Indonesia relatif rendah, dimana frekuensi menonton per kapita Indonesia hanyalah 0,24, relatif rendah jika dibandingkan dengan negara-negara Asia," ujarnya.

Ditambahkan Direktur Jendral Nilai Budaya Seni dan Film Kemenparekraf Ukus Kuswara, investasi untuk pembangunan bioskop, akan menjadi perhatian Kemenparekraf karena saat ini Indonesia hanya memiliki 190 gedung bioskop, dengan 774 layar, yang sebagian besar terpusat di Pulau Jawa, dan kota-kota besar lainnya.

"Bahkan ada 10 provinsi yang belum memiliki bioskop, yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, NTB, Aceh, Gorontalo, Bangka Belitung, NTT, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat," kata Ukus.

Berdasarkan data Kemenparekraf, jumlah film Indonesia yang dihasilkan setiap tahunnya sejak tahun 2008-2011 ini cenderung menurun. Jumlah film yang tercatat pada 2011 adalah 82 judul, sedangkan pada tahun 2008 sudah mencapai 87 judul.

Sementara untuk jumlah penonton film Indonesia, rekor tertinggi masih diraih oleh film Laskar Pelangi dengan jumlah penonton 4,1 juta dan film Ayat-Ayat Cinta sebanyak 3,6 juta penonton.

Namun demikian, perkembangan menggembirakan terlihat pada peningkatan jumlah penonton. Tahun 2010 jumlah keseluruhan penonton film nasional mencapai 46 juta, meningkat menjadi 62 juta penonton di tahun 2011.

Kendati ada penurunan dari segi kuantitas dibandingkan tahun 2008, dari segi kualitas semakin membaik yang ditandai dengan makin banyaknya film dan aktor Indonesia yang mendapat penghargaan di festival film di tingkat regional maupun internasional.

Mari Pangestu juga mengakui ada permasalahan di rantai produksi perfilman terkait masalah pembiayaan dan perizinan lokasi pengambilan gambar film. Rata-rata film berkualitas dihasilkan dengan biaya di atas Rp5 miliar, tetapi di lain pihak belum banyak lembaga pembiayaan yang masuk dalam industri ini.

Sementara itu, perizinan pengambilan film di daerah, kata dia, masih dihadapkan pada berbagai prosedur yang belum standar.

"Untuk mengatasi tersebut, pemerintah akan mengupayakan layanan satu atap. Kami tengah menginventarisasikan masalah perizinan di daerah dan berharap Pemerintah Daerah nanti yang akan menjalankannya," katanya.

Mari juga menyampaikan proses pembentukan Badan Perfilman Indonesia (BPI) yang diharapkan mampu mendukung film sebagai salah satu industri yang bernilai strategis. BPI ditargetkan selesai Agustus 2012 yang ditandai dengan penyelenggaraan Munas Perfilman.
(TZ.R016/A011)

Posted by cripto at 10:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan
    Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan so...
  • Riwayat hidup Roger Federer
    Berikut ini data dan fakta petenis Swiss, Roger Federer, yang meraih gelar juara untuk ketujuh kalinya dalam turnamen itu setelah menang pad...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • 19 orang tewas akibat kereta api tabrak truk di Afsel
    Satu kereta api menabrak truk yang membawa para petani di satu perlintasan di Afrika Selatan bagian timur, Jumat, dan menewaskan setidaknya...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates