waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Pakar: elit politik belum dukung penghematan energi

Written By cripto on Friday, April 6, 2012 | 3:00 AM

Pakar Ekonomi dari Universitas Andalas, Prof. Syafruddin Karimi menilai bahwa aksi penghematan energi oleh pemerintah belum mendapat dukungan dari elit politik.
SRC:www.antaranews.com

Sikap demikian muncul lebih akibat elit politik di tanah air belum menyadari potensi krisis energi dan air yang bakal dihadapi. Mereka hanya berpikir menyesuaikan harga BBM ketika ada ancaman eksternal kenaikan harga minyak internasional.





Padang (ANTARA News) - Pakar Ekonomi dari Universitas Andalas, Prof. Syafruddin Karimi menilai bahwa aksi penghematan energi oleh pemerintah belum mendapat dukungan dari elit politik.

"Sikap demikian muncul lebih akibat elit politik di tanah air belum menyadari potensi krisis energi dan air yang bakal dihadapi. Mereka hanya berpikir menyesuaikan harga BBM ketika ada ancaman eksternal kenaikan harga minyak internasional," kata Syafruddin Karimi di Padang, Jumat.

Penilaian tersebut disampaikannya terkait Inpres No. 2 tahun 2008 mengatur tentang penghematan energi dan air di lembaga pemerintahan. Selanjutnya Pemerintah telah membentuk Tim Nasional Penghematan Energi dan Air yang bertugas membuat gugus tugas untuk mengevaluasi pelaksanaannya.

Menurut dia, pada saat yang sama elit politik baru pula memikirkan redistribusi buat lapisan rakyat kurang beruntung. Lalu mengapa tidak berpikir ketika tidak ada ancaman?.

Ia mengatakan, elit politik di negeri ini sudah saatnya sensitif dengan kebutuhan rakyat yang luas bagi kekuatan bangsa.

"Sudah saatnya mereka berpikir jauh ke depan dengan segera merespon ancaman potensial yang dihadapi bangsa ini," katanya.

Karena itu, komitmen menghemat energi dan air adalah keharusan mutlak, namun harus menjadi komitmen yang tidak boleh lepas dari komitmen menghemat dan menyelamatkan kekayaan bangsa secara menyeluruh dan komprehensif

Sekaitan dengan itu pula, komitmen menghemat subsidi harus sejalan dengan komitmen menyelamatkan kekayaan negara dari ancaman para koruptor dan pengemplang pajak.

"Bila keduanya kelihatan timpang dimana keinginan menghemat subsidi kuat, sementara komitmen menyelematkan kekayaan negara dari ancaman para koruptor dan penggelap pajak terlihat longgar, potensi ketidakstabilan ekonomi dan politik tidak akan mudah dimiliki," katanya.

Sebab itu, katanya lagi, ekonomi dan politik tidak bisa dipisahkan, sesuatu yang benar secara ekonomi tidak bisa jalan tanpa dukungan sesuatu yang benar secara politik.

Sementara itu, penghematan energi dan air adalah benar secara kalkulasi ekonomi. Itu relevan dan sebuah keharusan mutlak. Tetapi secara politik itu masih belum benar. Naifnya memang, Inpres No.2 tahun 2008 masih dominan relevansi ekonomi yang bersifat parsial, tetapi tidak mendapat tempat dari budaya politik elit bangsa ini.

(F011)

Posted by cripto at 3:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan
    Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan so...
  • Riwayat hidup Roger Federer
    Berikut ini data dan fakta petenis Swiss, Roger Federer, yang meraih gelar juara untuk ketujuh kalinya dalam turnamen itu setelah menang pad...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • 19 orang tewas akibat kereta api tabrak truk di Afsel
    Satu kereta api menabrak truk yang membawa para petani di satu perlintasan di Afrika Selatan bagian timur, Jumat, dan menewaskan setidaknya...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates