waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Pengusaha jamu skala kecil mendapat pembinaan

Written By cripto on Thursday, April 5, 2012 | 12:00 PM

Pemerintah perlu melakukan pembinaan terhadap produsen jamu skala kecil, supaya dapat terus meningkatkan mutu produksinya, kata anggota Komisi IX DPR RI, Endang Agustini Syarwan Hamid. Endang mengatakan hal tersebut pada ...
SRC:www.antaranews.com





Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah perlu melakukan pembinaan terhadap produsen jamu skala kecil, supaya dapat terus meningkatkan mutu produksinya, kata anggota Komisi IX DPR RI, Endang Agustini Syarwan Hamid.

Endang mengatakan hal tersebut pada acara Nyonya Meneer media gathering di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, pembinaan tersebut sangat diperlukan mengingat masih banyak pengusaha jamu skala kecil yang menggunakan Bahan Kimia Obat (BKO) untuk dicampurkan dengan produknya.

"Konsumen mengharapkan jamu yang langsung manjur, inilah yang membuat produsen jamu skala kecil gunakan campuran BKO atau steroid sebagai pemicu," katanya.

Sementara itu, campuran BKO atau steroid yang terkandung dalam jamu dapat menyebabkan kerja ginjal menjadi berat sehingga memicu terjadi gagal ginjal, kata Endang.

"Pemerintah belum bisa mengendalikan ini, karena sistem pengawasannya belum maksimal sehingga pembinaan belum berjalan maksimal," katanya.

Endang juga mengatakan bahwa pengusaha jamu gendongan adalah pedagang bebas yang masih dikawatirkan menggunakan BKO pada produknya. "Badan POM serta institusi terkait harus turut berperan serta, bila menginginkan jamu menjadi ikon produk kesehatan dalam negeri," katanya.
(M048)

Posted by cripto at 12:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan
    Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan so...
  • Riwayat hidup Roger Federer
    Berikut ini data dan fakta petenis Swiss, Roger Federer, yang meraih gelar juara untuk ketujuh kalinya dalam turnamen itu setelah menang pad...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • 19 orang tewas akibat kereta api tabrak truk di Afsel
    Satu kereta api menabrak truk yang membawa para petani di satu perlintasan di Afrika Selatan bagian timur, Jumat, dan menewaskan setidaknya...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates