waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Sistem buku besar TKI/WNI segera diberlakukan

Written By cripto on Thursday, April 5, 2012 | 6:00 AM

Pemerintah segera memberlakukan sistem buku besar dan standar prosedur operasional (SOP) bagi WNI/TKI di setiap perwakilan guna melindungi warga Indonesia yang terancam hukuman mati atau menghadapi kasus berat.
SRC:www.antaranews.com

Ketua Satgas TKI M Maftuh Basyuni. (FOTO ANTARA)



Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah segera memberlakukan sistem buku besar dan standar prosedur operasional (SOP) bagi WNI/TKI di setiap perwakilan guna melindungi warga Indonesia yang terancam hukuman mati atau menghadapi kasus berat.

"Dengan sistem ini, seluruh WNI di luar negeri bisa terpantau secara berkesinambungan pergerakannya," kata Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgas) TKI Muhammad Maftuh Basyuni.

Buku besar itu, kata dia, berisi catatan secara garis besar yang mengemukakan proses hukum dari WNI/TKI yang terancam hukuman mati di suatu negara tertentu.

Di dalam buku itu pula berisi informasi uraian, file perkara atau dokumen pendukung lainnya setiap perkara yang telah dicatat di buku besar. Dalam buku besar itu juga ditetapkan SOP sebagai pedoman khusus untuk penanganan WNI/TKI terancam hukuman mati di luar negeri, kata Maftuh.

Berkaitan dengan hal tersebut Satgas TKI akan melakukan kunjungan kerja ke Jeddah dan Riyadh, Arab Saudi guna memantau penerapan sistem buku besar dan SOP penanganan TKI/WNI di luar negeri. Tim Satgas akan berangkat ke negara tersebut pada 5 April dan kembali 11 April 2012.

Keberangkatan ke Arab Saudi diprioritaskan karena banyak TKI bermasalah di negeri itu. Prioritas berikutnya ke Malaysia, namun kunjungan ke negeri jiran tersebut belum ditentukan.

Berkaitan dengan itu ia pun berharap perwakilan RI sudah bisa memfungsikan unit kerja khusus penanganan kasus WNI/TKI terancam hukuman mati dan kasus berat.

"Kami berharap pada Juni mendatang sudah beres. Terutama di perwakilan RI yang banyak WNI-nya. Terlebih lagi yang menanganan kasus WNI/TKI terancam hukuman mati dan kasus berat," katanya.
(ANT)

Posted by cripto at 6:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan
    Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan so...
  • Riwayat hidup Roger Federer
    Berikut ini data dan fakta petenis Swiss, Roger Federer, yang meraih gelar juara untuk ketujuh kalinya dalam turnamen itu setelah menang pad...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • 19 orang tewas akibat kereta api tabrak truk di Afsel
    Satu kereta api menabrak truk yang membawa para petani di satu perlintasan di Afrika Selatan bagian timur, Jumat, dan menewaskan setidaknya...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates