waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Yenny Wahid: Suu Kyi besar karena dorongan suami

Written By cripto on Monday, April 2, 2012 | 7:00 PM

Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid mengungkapkan bahwa kesuksesan tokoh pejuang demokrasi Myanmar yang juga penerima Nobel Perdamaian 1991, Aung San Suu Kyi, adalah berkat dorongan sang suami.
SRC:www.antaranews.com

Michelle Yeoh dalam "The Lady" (michelleyeoh.info)

Sepertinya, suami adalah faktor terbesar yang memberi dukungan pada perjuangan Suu Kyi.





Jakarta (ANTARA News) - Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid mengungkapkan bahwa kesuksesan tokoh pejuang demokrasi Myanmar yang juga penerima Nobel Perdamaian 1991, Aung San Suu Kyi, adalah berkat dorongan sang suami.

"Sepertinya, suami adalah faktor terbesar yang memberi dukungan pada perjuangan Suu Kyi," ungkap Yenny usai menonton pemutaran perdana film "The Lady" di Studio 21, Epicentrum, Jakarta Selatan, Minggu (25/3) malam.

Dari film yang diangkat dari kisah nyata kehidupan Aung San Suu Kyi tersebut, Yenny Wahid mengungkapkan rasa harunya saat Dr. Michael Aris, suami Suu Kyi meninggal.

"Banyak adegan yang bisa membuat terharu dari film itu, tapi yang paling terasa adalah saat Dr. Aris selalu mengatakan pada Suu Kyi bahwa visanya sudah siap padahal dia tahu pemerintah Myanmar tidak akan semudah itu memberi ijin visa," kata Yenny yang menghadiri acara tersebut bersama suaminya, Dhorir Farisi.

Yenny mengatakan bahwa sosok Suu Kyi yang diperankan oleh Michelle Yeoh dalam film "The Lady" tersebut sangat memberi inspirasi.

"Sebagai seorang perempuan, perjuangn Suu Kyi pasti berat, dia harus meninggalkan cinta dan keluarganya demi rakyat dan negaranya. Saya pribadi kalau dihadapkan dengan situasi seperti itu, saya tidak tahu apa saya bisa," kata Yenny Wahid yang merupakan puteri ke-2 mantan Presiden RI, Gus Dur.

Lebih lanjut, Yenny menyatakan bahwa Suu Kyi merupakan contoh figur seorang perempuan yang mempunyai kekuatan luar biasa dalam berjuang terutama di Asia.

"Dalam kultur Asia, perempuan mempunyai tempat istimewa dalam masyarakat, sosok perempuan sebagai ibu dan istri kemudian menjadi sumber kekuatan dalam membuat perubahan di masyarakat dalam hal sekecil apapun," kata perempuan 37 tahun yang pernah menjadi wartawan koresponden koran terbitan Australia; The Sydney Morning Herald dan The Age (Melbourne) itu.

Yenny yang mendapat anugrah Walkley Award untuk liputannya mengenai Timor Timur pasca referendum tersebut mengatakan bahwa pesan yang ditangkap usai menonton film tersebut adalah semangat kegigihan dari Aung San Suu Kyi, sang pejuang demokrasi dari Myanmar.

"Do something! Lakukan sesuatu! Jangan pernah takut pada ketakutan kita sendiri, jangan takut kehilangan kenikmatan, kalau ada yang harusdiperjuangkan, perjuangkan dengan kapasitas yang ada pada kita," kata lulusan Harvard Kennedy School of Government tersebut.

(I027)

Posted by cripto at 7:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan
    Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan so...
  • Riwayat hidup Roger Federer
    Berikut ini data dan fakta petenis Swiss, Roger Federer, yang meraih gelar juara untuk ketujuh kalinya dalam turnamen itu setelah menang pad...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • 19 orang tewas akibat kereta api tabrak truk di Afsel
    Satu kereta api menabrak truk yang membawa para petani di satu perlintasan di Afrika Selatan bagian timur, Jumat, dan menewaskan setidaknya...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates