waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Dosen tunanetra keliling Indonesia demi gelar profesor

Written By cripto on Tuesday, May 8, 2012 | 10:00 PM

Seorang dosen tunanetra bernama Dr Hj Murtini SH MM, asal Padang Sumatera Barat berkunjung ke Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, sebagai bagian kegiatan keliling Indonesia demi mencapai gelar profesor.
SRC:www.antaranews.com



Kotabaru (ANTARA News) - Seorang dosen tunanetra bernama Dr Hj Murtini SH MM, asal Padang Sumatera Barat berkunjung ke Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, sebagai bagian kegiatan keliling Indonesia demi mencapai gelar profesor.

"Sebenarnya saya ingin membuat buku tentang pelayanan publik di semua instansi pemerintah di Indonesia," ujar Murtini, Senin.

Dia juga berusaha untuk memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) tentang pelayanan publik terhadap orang cacat.

Murtini mengaku mendapatkan bermacam-macam sambutan saat berkeliling Indonesia, termasuk saat berkunjung di Kabupaten Kotabaru.

"Saya ini kan cacat tidak bisa melihat, kami sempat juga diperlakukan sedikit tidak menyenangkan di kepolisian Kotabaru," ujar Dosen Universitas Riau itu.

Ia berharap, dari hasil perjalanannya itu bisa menjadi modal bagi dirinya, untuk mendapatkan gelar profesor.

Wanita itu mengaku semangatnya tidak pernah luntur untuk meraih cita-citanya.

"Walaupun nanti gelar itu diraih sebagai penghargaan," harapnya.

Dalam melakukan perjalanan, Murtini tidak pernah meminta bantuan biaya dari pihak lain, meskipun ia juga tidak menolak, ketika ada orang yang memberikan bantuan untuk biaya perjalanannya.

"Saya mulai dengan uang hasil tabungan saya sendiri semenjak menjadi guru dan dosen," ucap perempuan kelahiran 19 Meret 1958 yang tercatat sebagai warga Komplek Perwira Tinggi Cibubur RT 1/15 itu.

Selama menjelajah, ia jalan sendiri, kalau pun diantar, maka dia tidak mau sampai ke dalam kantor.

"Tapi saya diantar hanya sampai di depan kantor, setelah itu saya akan masuk sendiri," katanya.

Ia optimis akan dapat mencapai gelar profesor dan memecahkan rekor MURI setelah seluruh instansi pemerintah di Indonesia terjelajahi, pungkasnya. (I022/H005)

Posted by cripto at 10:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • BNP2TKI: Timor Leste butuh banyak TKI
    Deputi Kerja Sama Luar Negeri & Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Endang Sulistiyaningsi men...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • Situs "The Pirate Bay" diblokir di Inggris
    Penyedia layanan internet di  Inggris harus memblokir situs berbagi file, The Pirate Bay, demikian perintah Pengadilan Tinggi Inggr...
  • Gas perut dinosaurus mungkin ikut menghangatkan bumi
    Para peneliti memperhitungkan kemungkinan pelepasan gas metana dari dalam perut dinosaurus ke atmosfer ikut menghangatkan planet bumi pada e...
  • Indonesia bidik Eropa lewat "Tong-Tong Fair"
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membidik wisatawan Eropa di Tong-Tong Fair bertema "Java" yang berlangsung di Malievel...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates