waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

DPD dan institusi lain sepakat cari fakta

Written By cripto on Thursday, May 3, 2012 | 3:00 PM

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan sejumlah institusi lainnya sepakat untuk mencari fakta terkait dengan kasus penembakan terhadap tiga orang tenaga kerja Indonesia di Malaysia.
SRC:www.antaranews.com

Irman Gusman (FOTO ANTARA)



Jakarta (ANTARA News) - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan sejumlah institusi lainnya sepakat untuk mencari fakta terkait dengan kasus penembakan terhadap tiga orang tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

Kesepakatan tersebut disepakati pada pertemuan antara DPD RI dan Polri, Komnas HAM, Kementerian Luar Negeri, BNP2 TKI, serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua DPD RI Irman Gusman, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Sutarman, Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, Dirjen Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Tatang Razak, dan Dirjen Bina dan Penempatan Tenaga Kerja Kemenakertrans Erna Usman.

"Pemerintah Indonesia perlu menegaskan lagi hubungan antara Indonesia dan Malaysia. Kami inginkan hubungan Indonesia dan Malaysia ke depan semakin jelas agar kasus-kasus kekerasan terhadap TKI tidak terjadi lagi," katanya.

Ditegaskan Irman, penembakan oleh oknum polisi Malaysia kepada TKI tidak dibenarkan dan tidak boleh dibiarkan.

Menurut dia, hal utama yang harus dilakukan pemerintah Indonesia saat ini adalah meminta klarifikasi dari pemerintah Malaysia karena persoalan TKI menyangkut harkat dan martabat Indonesia di hadapan negara lain.

"DPD RI bersama beberapa institusi terkait lainnya telah sepakat untuk mencari fakta terkait dengan kemamtian tiga orang TKI di Malaysia," katanya.

Karena beberapa institusi terkait sudah lebih dahulu membentuk tim investigasi, menurut Irman, maka dalam pencarian fakta ke Malaysia DPD RI akan bekerja sama dengan Komnas HAM. Adapun hasilnya akan disinergikan dengan hasil investigasi yang telah dilakukan oleh institusi lainnya.

Menurut dia, tim pencari fakta DPD RI bekerja sama dengan Komnas HAM yang tujuannya untuk mengumpulkan data dan fakta seputar penembakan terhadap TKI di Malaysia.

Di sisi lain, kata dia, DPD RI berharap tim investigasi bersama Komnas HAM tersebut dapat bersinergi dengan tim independen yang telah dibentuk terlebih dahulu oleh Polri dan Kementerian Luar Negeri.

Irman berharap Polri dan Kementerian Luar Negeri dapat melakukan upaya penyelidikan secara teknis sehingga memperoleh data yang komprehensif.

"Hasil penyelidikan tersebut akan menjadi acuan untuk mengajukan protes kepada pemerintah Malaysia," kata Irman.

Sementara itu, Dirjen Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Tatang Razak mengatakan bahwa kasus kekerasan terhadap TKI yang bekerja di luar negeri hingga kehilangan nyawa tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga beberapa negara tetangga Indonesia.

Menurut dia, agar kasus seperti ini tidak terulang lagi, perlu penanganan yang lebih sungguh-sungguh dan lebih komprehensif oleh lintas kementerian dan lembaga.

Dirjen Bina dan Penempatan Tenaga Kerja Kemenaktrans Erna Usman mengatakan bahwa Kemenakertrans segera membentuk tim baru yang bertugas melakukan psikotes terhadap calon TKI yang akan bekerja ke luar negeri.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Sutarman mengatakan bahwa hasil uji forensik ulang yang dilakukan Kepolisian menyimpulkan adanya luka tembakan di kepala dan tubuh korban. Namun, organ tubuh ketiganya masih lengkap.

Meskipun pemerintah Malaysia membantah telah terjadi penembakan hingga menewaskan tiga orang TKI, hasil autopsi menyimpulkan bahwa ketiganya adalah korban penembakan.

"Dari hasil autopsi, disimpulkan kemungkinannya sengaja ditembak bukan tertembak," ujar Sutarman.

Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim menilai peristiwa penembakan terhadap tiga orang TKI di Malaysia perlu ditelusuri lebih dalam.

Apalagi pihak keluarga yang melihat jenazah korban, kata dia, merasa ada kejanggalan antara hasil autopsi dengan kondisi jenazah.

"Perlu dilakukan pendalaman untuk mendapatkan informasi secara lengkap dan benar," katanya.

(T.R024/D007)

Posted by cripto at 3:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan
    Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan so...
  • Riwayat hidup Roger Federer
    Berikut ini data dan fakta petenis Swiss, Roger Federer, yang meraih gelar juara untuk ketujuh kalinya dalam turnamen itu setelah menang pad...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • 19 orang tewas akibat kereta api tabrak truk di Afsel
    Satu kereta api menabrak truk yang membawa para petani di satu perlintasan di Afrika Selatan bagian timur, Jumat, dan menewaskan setidaknya...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates