waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar

Written By cripto on Tuesday, May 1, 2012 | 8:00 AM

Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mampu mencapai 27 juta dolar Amerika Serikat.
SRC:www.antaranews.com

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (FOTO ANTARA)





Mamuju (ANTARA News) - Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mampu mencapai 27 juta dolar Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Mamuju, Selasa.

Dalam waktu bersamaan Menteri Perdagangan (Mendag) melakukan kunjungan kerja (21/2) ke Mamuju ibukota Provinsi Sulbar bersama Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan.

Gita menyampaikan, Permendag mengenai penutupan ekspor bahan baku rotan telah berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Hal ini terbukti karena dalam kurun waktu satu bulan 19 hari (sejak Permendag dikeluarkan hingga hari ini (21/2), nilai ekspor produk rotan ternyata mampu mencapai 27 juta dolar AS.

"Angka ini hampir setara dengan nilai ekspor bahan baku rotan selama 12 bulan sebelumnya di 2011, yaitu sebesar 32 juta dolar AS, ungkapnya.

Peningkatan nilai ekspor tersebut merupakan bukti keberhasilan atas kebijakan hilirisasi rotan.

"Jadi kami bukan anti ekspor. Kami hanya ingin agar yang diekspor bukan bahan baku rotan, melainkan produk rotan jadi yang telah memiliki nilai tambah," ujarnya.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulbar yang meningkat hingga 10,41 persen pada 2011 juga menunjukkan bahwa kebijakan penutupan ekspor bahan baku rotan berdampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sulbar sebagai daerah penghasil rotan.

Mendag, Menperin dan Menhut kata dia, satu suara dalam kebijakan rotan ini. Kami bertiga sepakat untuk membangun dan mengembangkan sentra industri rotan di daerah penghasil rotan.

"Kami ingin sentra produksi dibangun secara merata di luar Pulau Jawa, terutama yang dekat dengan daerah penghasil rotan," tegas Mendag.

Komitmen pemerintah Indonesia dalam mengembangkan hilirisasi rotan di luar Pulau Jawa dapat dilihat dari peningkatan investasi untuk pembangunan sentra industri rotan di luar Pulau Jawa dari 33 persen pada 2010 menjadi 41 persen pada 2011.

Potensi ekonomi Sulbar sangat luar biasa. Kami yakin dengan adanya peningkatan investasi di provinsi ini, maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi di koridor Sulawesi.

Pada akhirnya, semua ini akan bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi, ujar Mendag.

Mendag mengimbau kepada para pengusaha rotan agar lebih memperhatikan desain agar produknya menjadi lebih kompetitif. Untuk dapat bersaing dengan produk rotan negara lain, desain harus dibuat lebih bervariasi dan menyesuaikan dengan selera pasar.

"Investasi yang meningkat harus didukung kreativitas para pengusaha rotan dalam hal membuat desain. Faktor ini tentunya akan membuat industri rotan Indonesia menjadi lebih berkesinambungan," kata Mendag.

Selain desain, para pengusaha rotan diimbau juga agar memperhatikan faktor ramah lingkungan, misalnya mengembangkan teknik pemotongan yang dapat mendukung kelestarian tumbuhan rotan.

Kunjungan kerja tiga Menteri ke Provinsi Sulbar ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan para Menteri tersebut dengan para Gubernur dari Sulawesi, termasuk Gubernur Sulbar, pada Oktober 2011 yang lalu untuk membicarakan kebijakan rotan dan kakao.

Hasil pertemuan tersebut dan kunjungan Mendag ke beberapa sentra industri rotan di Kota Cirebon pada 2011 yang lalu, serta dukungan dari beberapa Gubernur daerah penghasil dan produksi rotan sehingga melatarbelakangi dibuatnya kebijakan terkait penghentian ekspor bahan baku rotan tersebut.  (ACO/F003)

Posted by cripto at 8:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • BNP2TKI: Timor Leste butuh banyak TKI
    Deputi Kerja Sama Luar Negeri & Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Endang Sulistiyaningsi men...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates