waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Astronom pecahkan misteri kematian bintang

Written By cripto on Sunday, April 22, 2012 | 5:00 PM

Sejumlah astronom dari Australia dan Eropa mengaku telah menemukan jawaban tentang misteri "superwind" sebagai penyebab kematian bintang.
SRC:www.antaranews.com



Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah astronom dari Australia dan Eropa mengaku telah menemukan jawaban tentang misteri "superwind" sebagai penyebab kematian bintang.

Menurut salah satu ensiklopedi, "Superwind" merupakan arus energik material panas di sepanjang sumbu minor dari bintang yang meledak di suatu galaksi, terdeteksi dengan sinar-x dan garis emisi hidrogen.

Dalam laporan yang ditulis di jurnal Nature, para astronom itu menemukan bahwa butir-butir debu dari bintang yang mati berukuran jauh lebih besar daripada yang diasumsikan.

Tim yang dipimpin Barnaby Norris dari University of Sydney itu menemukan butir-butir debu berukuran mikrometer - sekecil debu, tapi besar bagi angin bintang dengan menggunakan teleskop besar di Chile yang dioperasikan European Southern Observatory.

Butir-butir debu seukuran itu menyerupai cermin yang mampu merefleksikan cahaya dan bukan menyerapnya. Kemampuan itu menyebabkan butir-butir debu tetap dingin dan cahaya bintang dapat menyapunya tanpa menghancurkan.

Temuan astronomi yang dilakukan para astronom dari University of Manchester, Paris-Diderot University, Oxford University, dan Macquarie University itu menjadi solusi atas misteri 'superwind'.

"Debu dan pasir di 'superwind' akan mempertahankan bintang dan kemudian menjadi bagian awan di luar angkasa di mana bintang-bintang baru terbentuk," kata Astronom The University of Manchester, Albert Zijlstra.

Zijlstra mengatakan butiran-butiran pasir itu lalu menjadi blok bangunan planet seperti halnya bumi.

Asumsi sebelumnya yang berkembang di kalangan astronom yaitu bahwa 'superwind' terdiri dari butiran-butiran debu kecil yang terbentuk di atmosfer bintang dan menyerap cahanyanya. Cahaya bintang menyapu butiran debu itu dari bintang.

Asumsi tersebut tidak berlaku karena butiran-butiran menjadi panas dan menguap sebelum disapu. (I026)

Posted by cripto at 5:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • Indonesia bidik Eropa lewat "Tong-Tong Fair"
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membidik wisatawan Eropa di Tong-Tong Fair bertema "Java" yang berlangsung di Malievel...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates