waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

BKKBN: pengangguran ancaman generasi muda

Written By cripto on Thursday, April 12, 2012 | 4:00 AM

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan tingginya angka pengangguran mengancam generasi muda di Tanah Air di masa mendatang.
SRC:www.antaranews.com

BKKBN. (istimewa)





Jakarta (ANTARA News) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan tingginya angka pengangguran mengancam generasi muda di Tanah Air di masa mendatang.

"Hal itu bisa terjadi jika laju pertumbuhan penduduk tidak terkendali dan kualitas sumber daya manusianya rendah," kata Deputi bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Wendy Hartanto di Jakarta, Kamis.

Wendy menyebutkan, pihaknya memperkirakan Indonesia akan mendapat bonus demografi di tahun 2020 sampai 2030 dimana jumlah angkatan kerja meningkat tajam.

"Jika angkatan kerja yang terus meningkat tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja maka akan menciptakan angka pengangguran," katanya.

Karena itu, menurut dia, langkah yang harus dilakukan adalah dengan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk agar bisa berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.

"Pada saat ini saja jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 240 juta jiwa lebih dan untuk mengendalikannya diperlukan program keluarga berencana atau KB," katanya.

Selain itu, tambah dia, pemerintah melalui berbagai instansi terkait juga terus melakukan berbagai upaya guna meningkatkan indeks pembangunan manusia guna menciptakan angkatan kerja yang berkualitas.

"Jumlah angkatan kerja yang banyak namun dengan kualitas sumber daya manusia yang baik tentu tidak akan menimbulkan angka pengangguran yang tinggi karena mereka malahan bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan bersaing dengan bangsa lain," katanya.

Sementara itu, data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran nasional secara terbuka pada saat ini sudah menurun namun jumlahnya masih cukup besar yaitu lebih dari 5,3 juta.

50 persen tingkat pengangguran terbuka berasal dari lulusan SD dan SMP, 30 persen berasal dari lulusan SMA dan SMK sementara sisanya lulusan perguruan tinggi. (W004/A011)

Posted by cripto at 4:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Riwayat hidup Roger Federer
    Berikut ini data dan fakta petenis Swiss, Roger Federer, yang meraih gelar juara untuk ketujuh kalinya dalam turnamen itu setelah menang pad...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan
    Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan so...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates