waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Hatta: pengaturan BBM tunggu waktu yang tepat

Written By cripto on Wednesday, April 25, 2012 | 10:00 PM

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pengumuman kebijakan pengaturan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi masih menunggu kajian dan waktu yang tepat.
SRC:www.antaranews.com

Menko Perekonomian Hatta Rajasa





Jakarta (ANTARA News) - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pengumuman kebijakan pengaturan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi masih menunggu kajian dan waktu yang tepat.

"Kami ingin semuanya memahami, bahwa apa yang kami lakukan bisa berjalan dengan baik, jadi sabar, (pengaturan) tetap akan lakukan," ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu malam.

Hatta menegaskan pemerintah sedang memilah kebijakan dan landasan hukum yang tepat, serta opsi terbaik terkait pengaturan BBM bersubsidi agar kuota 40 juta kiloliter tidak melampaui asumsi.

"Sekarang kalau dilakukan, sekali lagi itu harus semuanya memahami. Jangan nanti setelah itu, dibilang pemerintah terburu-buru, pemerintah begini dan pemerintah begitu," katanya.

Untuk itu, ia meminta agar semua masyarakat tidak berspekulasi mengenai rencana pengaturan konsumsi premium dan solar bersubsidi pada 1 Mei 2012.

"Tunggu jangan spekulasi (nanti) akan kami umumkan, lain-lain yang jelas nanti tunggu dulu. Pemerintah tidak ragu untuk melakukan itu, tapi tunggu saat yang tepat," kata Hatta.

Pemerintah menyusun APBN-Perubahan 2012 dengan asumsi ada kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp1.500 per liter.

Tanpa kenaikan harga BBM bersubsidi, maka pemerintah harus melakukan berbagai langkah-langkah pengamanan APBN-Perubahan 2012 sekaligus tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Langkah pemerintah untuk mengurangi tekanan terhadap APBN-Perubahan 2012 diantaranya adalah mengantisipasi membengkaknya subsidi untuk BBM akibat harga minyak mentah dunia yang tinggi.

Tingginya harga minyak dunia tersebut membuat selisih harga BBM bersubsidi dengan nonsubsidi semakin melebar, sehingga subsidi untuk BBM diperkirakan juga akan membengkak.

Selisih yang terus melebar antara harga BBM bersubsidi dengan non subsidi, juga membuat kebutuhan konsumsi BBM bersubsidi diperkirakan akan terus membengkak dan menembus kuota 40 juta kiloliter BBM bersubsidi.

Untuk itu, Pemerintah sedang mengkaji berbagai opsi untuk mengurangi tekanan subsidi melalui pengendalian dan penghematan BBM bersubsidi.
(ANT)

Posted by cripto at 10:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • BNP2TKI: Timor Leste butuh banyak TKI
    Deputi Kerja Sama Luar Negeri & Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Endang Sulistiyaningsi men...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates