waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

India, China, Rusia akan tukar pandangan tentang masalah kawasan, global

Written By cripto on Thursday, April 12, 2012 | 1:00 AM

India, China dan Rusia (IRC) akan membahas isu-isu regional dan internasional serta cara untuk memperdalam kerja sama di antara mereka selama pertemuan penting tiga pihak di Moskow, Jumat.
SRC:www.antaranews.com





New Delhi (ANTARA News) - India, China dan Rusia (IRC) akan membahas isu-isu regional dan internasional serta cara untuk memperdalam kerja sama di antara mereka selama pertemuan penting tiga pihak di Moskow, Jumat.

"Tiga menteri luar negeri akan bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan global saat ini, lapor IRNA.

"Mereka juga akan meninjau kemajuan dari mekanisme yang ada seperti juga untuk mengeksplorasi jalan baru bagi kerja sama dalam kerangka IRC," kata Departemen Luar Negeri di New Delhi, dan menambahkan Menteri Luar Negeri SM Krishna akan memimpin pihak India untuk pertemuan segitiga ke-11.

Memperhatikan bahwa Pertemuan itu berlangsung pada menjelang KTT BRIC keempat di sini yang dihadiri oleh tiga menteri, mereka mengatakan kehendak segitiga antara lain membantu memperkuat niat baik dan kepercayaan di antara tiga negara seperti yang disaksikan selama KTT New Delhi.

Ini akan menjadi pertemuan tiga menteri luar negeri ketujuh. Dua yang terakhir pertemuan diadakan di Wuhan, China pada 2010 dan Bengaluru pada tahun 2009.

RIC, yang dibentuk untuk menjalin kerja sama antara ketiga negara berkembang, dibayangi oleh grup Brasil-Rusia-India-China (BRIC) yang muncul sebagai kelompok internasional yang berpengaruh.

Selain isu strategis, RIC memfokuskan pada hal-hal yang berkaitan dengan bantuan bencana, pertanian dan kesehatan masyarakat, memperdalam komunikasi antara kalangan akademik, industri dan bisnis, serta mempromosikan kerja sama multilateral dan hubungan internasional yang demokratis.

Krishna juga akan memimpin bersama pertemuan pada hari yang sama yang diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun ke-65 pembentukan hubungan diplomatik antara India dan Uni Soviet/Federasi Rusia yang jatuh pada 13 April, kata kementerian itu. (AK)

Posted by cripto at 1:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Riwayat hidup Roger Federer
    Berikut ini data dan fakta petenis Swiss, Roger Federer, yang meraih gelar juara untuk ketujuh kalinya dalam turnamen itu setelah menang pad...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan
    Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan so...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates