waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Kongres ke-7 SIOP Asia dihadiri 35 negara

Written By cripto on Sunday, April 22, 2012 | 2:00 AM

Kongres ke-7 Society of Pediatric Oncology (SIOP) Asia yang digelar di Yogyakarta pada Minggu hingga Selasa (24/4) dihadiri peserta dari 35 negara.
SRC:www.antaranews.com

Artis Nikita Willy saat berbincang dengan anak penderita kanker. Data SIOP Asia menunjukkan kanker yang paling banyak diderita anak-anak adalah "Acute Lymphoblastic Leukemia". (FOTO ANTARA/Agus Apriyanto)





Yogyakarta (ANTARA News) - Kongres ke-7 Society of Pediatric Oncology (SIOP) Asia yang digelar di Yogyakarta pada Minggu hingga Selasa (24/4) dihadiri peserta dari 35 negara.

"Peserta kongres tidak hanya dari Asia, tetapi ada beberapa negara lain di luar Asia seperti Jerman, Amerika Serikat, dan Australia. Jadi ini pertemuan dari seluruh dunia," kata Ketua Panitia Kongres ke-7 Soceity of Pediatric Oncology Asia, Sutaryo, di Yogyakarta, Minggu.

Kongres SIOP diselenggarakan setiap 1,5 tahun sekali dengan fokus utama pengembangan ilmu pengetahuan tentang kanker pada anak. Kongres ke-7 SIOP Asia ini dihadiri sekitar 400 peserta.

Sementara Presiden SIOP Gabriele Calaminus MD mengatakan, tantangan terbesar dalam pencegahan kanker pada anak adalah melakukan deteksi dini. Untuk itu, diperlukan penyebaran informasi yang lebih luas tentang kanker dan gejala awal yang terjadi.

"Deteksi dini tidak hanya dilakukan oleh orang tua, tetapi juga perlu dukungan dari masyarakat di sekitar. Lingkungan masyarakat sekitar juga memiliki peran penting," katanya.

Selain itu, ujarnya,  akses terhadap obat-obatan untuk penderita kanker juga perlu diperbaiki.

"WHO telah mengeluarkan daftar mengenai obat-obatan untuk kanker, tetapi belum semua negara memilikinya," katanya.

Data SIOP menyebutkan setiap tahun 175.000 anak-anak di seluruh dunia didiagnosa menderita kanker, dan sekitar 90.000 di antaranya meninggal dunia karena penyakit itu.
(E013)

Posted by cripto at 2:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • Indonesia bidik Eropa lewat "Tong-Tong Fair"
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membidik wisatawan Eropa di Tong-Tong Fair bertema "Java" yang berlangsung di Malievel...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates