waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Warga muslim keturunan India gelar tradisi "Serak Gula"

Written By cripto on Tuesday, April 24, 2012 | 6:00 PM

Warga Muslim keturunan India di Padang, Sumatera Barat, menggelar tradisi "Serak Gula" atau menebarkan gula pasir dalam rangka menyambut bulan Maulud Sahul Hamid.
SRC:www.antaranews.com

Ratusan warga memperebutkan ribuan bungkusan seperempat gula pasir pada tradisi "Serak Gula" yang dilempar dari atas Masjid Muhammadan, Pasar Batipuh, Kecamatan Padang Selatan, Padang, Sumbar, Minggu (22/4). (FOTO ANTARA/Iggoy el Fitra)

Padang (ANTARA News) - Warga Muslim keturunan India di Padang, Sumatera Barat, menggelar tradisi "Serak Gula" atau menebarkan gula pasir dalam rangka menyambut bulan Maulud Sahul Hamid.

Ketua Pelaksana, Affas Max Anwar di Padang, Minggu mengatakan, tradisi "Serak Gula" itu dilaksanakan setiap tahun pada Jumadil Awal sesuai penanggalan Islam.

"Menyumbang gula dari warga keturunan India ini sebentuk niat, tidak ada dipaksakan dan kemudian gula yang sudah dibungkus dilempar dari atas masjid untuk diperebutkan," jelasnya saat digelarnya tradisi tersebut di kawasan Masjid Muhammadan, Pasar Batipuh, Kecamatan Padang Selatan.

Saat dilemparkan dari atas masjid, katanya, yang memperebutkan tidak hanya warga keturunan India saja, melainkan juga warga Padang lainnya yang ikut tradisi tersebut.

Dikatakannya, untuk tahun ini gula pasir yang diserakkan sebanyak 2 ton, lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 1,5 ton.

Affas menjelaskan, tradisi "Serak Gulo" telah dilaksanakan sejak ratusan tahun lalu di India berawal dalam rangka memperingati maulud seorang pemuka agama India bernama Sahul Hamid, yang merupakan keturunan Syekh Abdul Khodir Jaelani keturunan Muhammad SAW.

Pertama kali digelar di sebuah perkampungan kecil kediaman Sahul Hamid di Nagor, Naga Patinam, Madras, di daerah Tamil Nadi, India Selatan.

Di Padang, tradisi "Serak Gula" diawali dengan membungkus gula satuan seperempat kilogram dengan kain yang didapat dari warga sekitar.

Selanjutnya, warga Muslim keturuna India melakukan doa dan memasang bendera pada bagian atas dan samping mesjid tersebut.

"Masing-masing dari bendera merupakan doa dari pemilik bendera," kata Affas.

Setelah bendera terpasang, gula yang telah dibungkus dinaikkan ke bagian atas mesjid, untuk selanjutnya dilemparkan kepada masyarakat yang telah menunggu di bawah.

Tidak hanya warga dewasa, anak-anak pun ikut berebutan, karena konon gula yang dibagikan dapat memberikan manfaat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dan memohon permintaan untuk cepat menikah bagi bujang dan gadis atau cepat memiliki anak bagi pasangan suami istri.

"Dapat gula ini, bermohonlah yang baik-baik," kata seorang warga sambil membawa beberapa bungkus gula di genggamannya.

Tradisi "Serak Gula" tidak hanya diikuti oleh warga Muslim keturunan India di Padang, tetapi juga dari berbagai daerah yang ada di Sumatera Barat, termasuk dari luar Provinsi, seperti Riau dan Jambi.
(ANT)

Posted by cripto at 6:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • BNP2TKI: Timor Leste butuh banyak TKI
    Deputi Kerja Sama Luar Negeri & Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Endang Sulistiyaningsi men...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates