waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Waspadai penyakit-penyakit ini paska musim hujan

Written By cripto on Tuesday, April 10, 2012 | 11:00 PM

Sanitasi lingkungan seringkali memburuk selama musim hujan, terutama jika terjadi banjir sehingga masyarakat diharapkan untuk dapat mewaspadai beberapa jenis penyakit yang kerap muncul paska musim hujan.
SRC:www.antaranews.com

Tjandra Y Aditama (ANTARA/Ujang Zaelani)





Jakarta (ANTARA News) - Sanitasi lingkungan seringkali memburuk selama musim hujan, terutama jika terjadi banjir sehingga masyarakat diharapkan untuk dapat mewaspadai beberapa jenis penyakit yang kerap muncul paska musim hujan.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, Tjandra Y Aditama, di Jakarta, Selasa, menyebut ada enam penyakit yang harus diwaspadai yaitu diare, demam berdarah, leptospirosis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid.

"Selain itu juga harus diwaspadai musim hujan akan menyebabkan memburuknya penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita, yang terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan apalagi bila banjir berhari-hari," ujar Tjandra.

Sementara itu, penyakit diare menjadi prioritas untuk diwaspadai selama musim hujan atau paska musim hujan karena penyakit ini sangat mudah menular terutama melalui air minum.

"Penyakit diare sangat erat kaitannya dengan kebersihan inpidu. Pada saat banjir, sumber-sumber air minum khususnya dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar. Masyarakat diingatkan untuk melakukan antisipasi dengan memperhatikan kebersihan," papar Tjandra.

Penyakit lain yang sering mewabah paska musim hujan adalah demam berdarah yang disebabkan adanya peningkatan genangan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti yang menularkan demam berdarah selama musim hujan.

Nyamuk Aedes aegypti akan bersarang di genangan air yang sering muncul di sampah seperti kaleng bekas, ban bekas atau wadah lainnya, sehingga dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai vektor penular penyakit maka resiko penularan juga akan meningkat.

Partisipasi aktif masyarakat melalui gerakan 3 M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air.

Penyakit lain yang tidak kalah bahayanya adalah penyakit leptospirosis yang disebabkan bakteri yang disebut Leptospira sp dan termasuk salah satu penyakit zoonosis atau ditularkan melalui hewan/binatang.

Di Indonesia hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya dan kondisi itu semakin parah pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, dimana tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri.

Tikus akan berkeliaran disekitar manusia dimana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir dan dapat menular ke manusia yang memiliki luka terbuka di bagian tubuhnya kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira tersebut.

Dalam kasus parah, leptospirosis akan ditandai dengan demam, perdarahan, pembesaran hati dan limpa serta gejala gangguan fungsi ginjal.


(A043)

Posted by cripto at 11:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • Indonesia bidik Eropa lewat "Tong-Tong Fair"
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membidik wisatawan Eropa di Tong-Tong Fair bertema "Java" yang berlangsung di Malievel...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates