waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Analis: nasib Yunani di persimpangan jalan

Written By cripto on Friday, May 18, 2012 | 1:00 PM

Yunani yang sebelumnya banyak menikmati kejayaan Eropa mulai dari bersatunya 17 negara Eropa, euro menjadi mata uang tunggal sebagai satu komoditas bersama, saat ini justru menjadi fokus kejatuhan ekonomi zona euro, kata analis ...
SRC:www.antaranews.com



Jakarta (ANTARA News) - Yunani yang sebelumnya banyak menikmati kejayaan Eropa mulai dari bersatunya 17 negara Eropa, euro menjadi mata uang tunggal sebagai satu komoditas bersama, saat ini justru menjadi fokus kejatuhan ekonomi zona euro, kata analis Ariana Nur Akbar.

Dalam risetnya, Research and Analysis Division PT Monex Investindo Futures Ariana Nur Akbar di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa berulang kali negara itu banyak mendapatkan bantuan dana.

Bahkan, lanjut dia, Bank Sentral Eropa (ECB) sendiri pernah meluncurkan bantuan atau pinjaman jangka pendek guna memberikan bantuan sementara bagi sektor keuangan di negara itu.

"Tetapi penentangan akan bantuan ini rupanya memadamkan harapan ECB yang meminta agar Yunani memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya," ulasnya.

Menurut Ariana, Jerman dan Prancis selaku negara-negara yang tergolong paling sehat di seantero Eropa masih memberikan harapan kepada Yunani tahun lalu dengan berusaha meyakinkan para negara anggota Uni Eropa bahwa Yunani masih dapat ditolong, memandang bahwa Eropa masih memiliki ketahanan keuangan yang kuat dan mumpuni.

Akan tetapi, tetap saja masih menimbulkan kekhawatiran. Bagaimana tidak? Bantuan yang seharusnya diberikan atau dipinjamkan dengan syarat-syarat tindakan pemulihan agar negara ini segera melakukan banyak pemangkasan anggaran, menurut dia, ternyata tidak dipatuhi.

"Terbukti beberapa negara mendesak agar Yunani segera keluar dari keanggotaan negara-negara Eropa," katanya.

Di sisi lain, hal ini ditakutkan akan merusak integritas keuangan Eropa, agar negara-negara anggota lainnya luput dari penyebaran krisis utang di sana.

Portugal dan Spanyol mungkin dapat menjadi beberapa contoh negara yang mendapatkan dampak signifikan penyebaran krisis utang tersebut.

Meski lelang obligasi jangka pendek dan panjang diluncurkan, kata Ariana, tetap saja pemangkasan peringkat utang dari S&P, Moody`s dan Fitch Ratings memberikan status bahaya bagi kedua negara tersebut.

Saat ini, kata Ariana, wacana agar Yunani segera keluar dari keanggotaan Uni Eropa sepertinya terus bergaung keras. Hal ini karena sepertinya Yunani tidak menganggap serius masalah utang yang dihadapinya, dengan ketegangan politik yang terus memanas antara partai-partai yang berkuasa di sana yang terus berdebat apakah akan menerima persyaratan pemulihan atau menentang bantuan dana ini.

Akibat dari ketidakseriusan ini, ECB mengeluarkan ultimatum bahwa bank sentral tersebut akan menghentikan bantuan dana ke sektor perbankan di Yunani untuk sementara waktu, demi melihat bahwa sebenarnya Yunani telah mendapat persetujuan untuk memangkas imbal hasil obligasi sekitar 30--50 persen dari imbal hasil investasi obligasi atau surat utang.

"Pertanyaannya sekarang adalah apakah Yunani patut untuk dipertahankan atau tidak?" kata Ariana.

Menurut dia, banyak kalangan menyebutkan bahwa Yunani masih pantas untuk dipertahankan guna mempertahankan bahwa Eropa masih memiliki kemampuan perekonomian terkait dengan tingkat kepercayaan investor yang terus menurun dari waktu ke waktu.

Namun, ada sebagian kalangan berpendapat lebih baik menyingkirkan bagian yang merupakan sumber petaka krisis utang. Ada pula yang mengatakan akan lebih baik Yunani kembali menggunakan mata uangnya sendiri agar dapat berusaha secara mandiri untuk mengatasi krisis utang yang dialaminya.

"Kunci sebenarnya adalah Yunani sudah seharusnya mawas diri melihat keadaan utangnya yang terus menimbulkan sentimen negatif di kalangan negara-negara Eropa," terangnya.
(KR-TRT/D007)

Posted by cripto at 1:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • BNP2TKI: Timor Leste butuh banyak TKI
    Deputi Kerja Sama Luar Negeri & Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Endang Sulistiyaningsi men...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates