waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

SAS Academic Program gandeng lima universitas

Written By cripto on Sunday, May 20, 2012 | 12:00 AM

Perusahaan software analitik, SAS Indonesia, menggandeng lima universitas untuk menekan kesenjangan antara dunia akademik dan bisnis melalui SAS Academic Program.
SRC:www.antaranews.com

Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara Januar Wahjudi, SKom, MSc, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Prof Hadri Kusuma, Dosen Senior Departemen Statistika Institut Pertanian BogorDr Asep Saefuddin, Country Manager SAS Indonesia Erwin Sukiato, dan Kristianus Yulianto, Consulting and Services Manager SAS Indonesia menunjukkan piagam kerja sama SAS Academic Program, di Jakarta, Selasa (15/5/2012). (SAS Indonesia)



Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan software analitik, SAS Indonesia, menggandeng lima universitas untuk menekan kesenjangan antara dunia akademik dan bisnis melalui SAS Academic Program.

Dengan SAS Academic Program, universitas dapat menikmati lisensi software SAS secara tidak terbatas baik bagi mahasiswa, dosen, pelatihan, e-learning, buku, materi pengajaran, datasets, dan dukungan pengembangan kurikulum tentang SAS yang sesuai dengan lingkungan business analytics.

"Misi program ini adalah membantu universitas dalam mengembangkan profesional muda generasi mendatang dengan teknologi yang sesuai dengan lingkungan business analytics," kata Country Manager SAS Indonesia Erwin Sukiato saat mengumumkan kerja sama SAS Academic Program di Jakarta, Selasa.

Beberapa universitas yang menjadi mitra SAS dalam program itu antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Dosen senior Departemen Statistika IPB Dr Asep Saefuddin mengatakan, SAS Academic Program telah diterima dengan baik oleh departemen statistika IPB dan dapat membantu IPB untuk menghasilkan lulusan statistika yang handal.

"Hal ini sejalan dengan misi kami untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memahami pentingnya kualitas dan produktivitas menuju persaingan global," katanya.

Dekan Fakultas Ekonomi UII Prof Hadri Kusuma menyatakan bahwa SAS Academic Program merupakan cara inovatif untuk mendidik dan melengkapi mahasiswa dengan software serta memenuhi kebutuhan bisnis.

"Kurikulum SAS yang telah mendunia juga memperkaya materi pengajaran kami dengan real-life datasets di mana mahasiswa dapat membuat laporan, model, dan juga forecasting," jelasnya.

Sementara Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi UMN Januar Wahjudi, SKom, MSc menyatakan bahwa UMN berencana untuk memberikan penekanan pada data mining dan business intelligence ke dalam kurikulumnya.

Menurut Erwin Sukiato, SAS Indonesia sekarang memiliki 45 pelanggan, yang 67 persen di antaranya adalah bank, asuransi, dan perusahaan pembiayaan. Pelanggan lainnya meliputi pemerintah, perusahaan riset, manufaktur, ritel, farmasi, juga pendidikan.

Melalui SAS Academic Program, SAS ingin menekan kesenjangan (gap) antara dunia akademik dan bisnis karena menurut data Kementerian Pendidikan Nasional, pada 2010 terdapat 655.012 lulusan perguruan tinggi.

Sementara di sisi lain, data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menunjukkan bahwa jumlah pengangguran berpendidikan sarjana dan diploma mencapai 208.937 orang (usia 20-24 thn) dan 416.788 (25-29 thn).

(*)

Posted by cripto at 12:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • BNP2TKI: Timor Leste butuh banyak TKI
    Deputi Kerja Sama Luar Negeri & Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Endang Sulistiyaningsi men...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • Situs "The Pirate Bay" diblokir di Inggris
    Penyedia layanan internet di  Inggris harus memblokir situs berbagi file, The Pirate Bay, demikian perintah Pengadilan Tinggi Inggr...
  • Gas perut dinosaurus mungkin ikut menghangatkan bumi
    Para peneliti memperhitungkan kemungkinan pelepasan gas metana dari dalam perut dinosaurus ke atmosfer ikut menghangatkan planet bumi pada e...
  • Indonesia bidik Eropa lewat "Tong-Tong Fair"
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membidik wisatawan Eropa di Tong-Tong Fair bertema "Java" yang berlangsung di Malievel...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates