waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Dewi Fortuna: jangan katakan Orde Baru lebih tenang

Written By cripto on Saturday, June 23, 2012 | 5:00 AM

Deputi Sekretariat Wakil Presiden Bidang Politik Prof Dewi Fortuna Anwar meminta masyarakat untuk tidak mudah tergiur menyatakan bahwa kondisi sosial dan politik pada era Orde Baru lebih tenang dibandingkan saat ini.
SRC:www.antaranews.com

pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama Orde Baru didasarkan pada pondasi yang rapuh."



Padang (ANTARA News) - Deputi Sekretariat Wakil Presiden Bidang Politik Prof Dewi Fortuna Anwar meminta masyarakat untuk tidak mudah tergiur menyatakan bahwa kondisi sosial dan politik pada era Orde Baru lebih tenang dibandingkan saat ini.

"Sejarah menunjukkan stabilitas yang diciptakan melalui sistem yang otoriter bersifat semu dan pada akhirnya akan timbul perlawanan mengingat itu adalah kodrat kita sebagai manusia," kata dia di Padang, Sabtu.

Dewi menyampaikan hal itu ketika menjadi pembicara pada diskusi panel dalam rangka pengukuhan pengurus Ikatan Alumni Unand dengan judul makalah "Seperti Apa Indonesia Masa Depan yang Kita Cita-Citakan dan Bagaimana Cara Menggapainya".

Menurut dia, pada era transisi demokrasi saat ini mungkin ada pihak-pihak yang kembali merindukan pendekatan tangan kuat seperti pada masa Orde Baru.

"Tetapi keinginan seperti itu jelas tidak berdasar. Kita akhirnya harus membayar mahal karena ternyata pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama Orde Baru didasarkan pada pondasi yang rapuh," kata peneliti LIPI dan Guru Besar Politik Univeritas Indonesia itu.

Saat itu, kata dia, sistem politik yang tertutup dan dominasi eksekutif yang berlebihan dalam berbagai lembaga dan aspek kehidupan publik telah menyebabkan korupsi, kolusi dan nepotisme, terutama dalam pengelolaan ekonomi.

Selain itu, institusi keuangan dan bisnis berkembang bukan karena kemampuan daya saing, tapi karena akses politik. "Akhirnya ketika kepercayaan investor turun dan pemodal mulai menarik diri, perekonomian Indonesia tidak dapat bertahan dan dilanda kiris keuangan," kata dia.

Karena itu, menurut dia, yang perlu diprioritaskan adalah menuntaskan agenda reformasi politik, hukum dan pemerintahan yang masih tersendat, sehingga Indonesia bisa terlepas dari gejolak transisi demokrasi.
(KR-IWY)

Posted by cripto at 5:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Riwayat hidup Roger Federer
    Berikut ini data dan fakta petenis Swiss, Roger Federer, yang meraih gelar juara untuk ketujuh kalinya dalam turnamen itu setelah menang pad...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan
    Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan so...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates