waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Kemendag siapkan strategi ekspor Indonesia

Written By cripto on Wednesday, June 27, 2012 | 3:00 AM

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi penurunan ekspor Indonesia.
SRC:www.antaranews.com

Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi. (FOTO.ANTARA)



Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi penurunan ekspor Indonesia.

"Krisis ekonomi global semakin nyata berdampak terhadap kinerja ekspor Indonesia yang ditunjukkan oleh defisit neraca perdagangan," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi pada diskusi bulanan Kemendag di Jakarta, Kamis.

Penurunan surplus perdagangan non-migas tersebut menurut Bayu dipicu oleh meningkatnya defisit perdagangan Indonesia dengan beberapa mitra dagang utama barang non-migas antara lain China, Jepang, Singapura, Thailand, Korsel, Taiwan dan Australia.

"Namun pelemahan pertumbuhan ekspor pada periode Januari-April 2012 tidak hanya dialami oleh Indonesia tapi juga negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Brazil, dan China," tambah Bayu.

Menurut Bayu terdapat empat strategi perdagangan internasional yang disiapkan, pertama adalah intensifikasi promosi dan diplomasi perdagangan internasional dengan pendekatan komoditas dan negara tujuan.

Kedua, ekspor produk-produk bernilai tambah untuk mengantisipasi penurunan harga komoditas di pasar internasional.

Ketiga, fokus melakukan ekspor ke pasar-pasar non-konvensional yang masih tumbuh tinggi.

Keempat, melindungi dan memperkuat pasar domestik dalam rangka mengantisipasi pengalihan pasar negara lain.

Neraca perdagangan Indonesia pada April 2012 mengalami defisit sebesar 641,1 juta dolar AS atau turun 138,5 persen dari sebelumnya surplus 1,7 juta dolar AS.

Rinciannya, defisit non-migas sebesar 17,9 juta dolar AS atau turun 100,9 persen dibanding April 2011 (yoy) yang sebelumnya surplus 1,9 juta dolar AS, sedangkan defisit migas naik 91,34 persen (yoy) sebesar 623,2 juta dolar AS.

Namun neraca perdagangan Januari-April 2012 masih surplus 2,1 juta dolar AS, walau artinya turun 74,2 persen dibanding periode yang sama pada 2011, dengan rincian Sektor non-migas surplus 3,3 juta dolar AS, turun 62,1 persen.

Sedangkan defisit sektor migas naik 169,9 persen yaitu sebesar 1,2 juta dolar AS.

Pertanian menjadi sektor yang ekspornya mengalami penurunan tajam yaitu sebesar 3 persen (senilai 1,63 juta dolar AS) pada periode Januari-April 2012 (yoy) sedangkan ekspor produk industri juga turun 0,7 persen (dengan nilai 38,39 juta dolar AS), namun sektor pertambangan malah tumbuh 15,1 persen (senilai 11,1 juta dolar AS).

Komoditi hasil industri yang masih menunjukkan peningkatan ekspor antara lain kendaraan dan bagiannya (43,7 persen), lemak dan minyak nabati (32,9 persen), ikan dan udang (27,5 persen) serta mesin-mesin/pesawat mekanik (20,6 persen).

Negara dengan pertumbuhan ekspor tertinggi pada periode Januari-April 2012 adalah Pantai Gading (853,8 persen), Djibouti (298 persen), Pakistan (113 persen), Myanmar (86,2 persen), Qatar (67 persen), Maroko (39 persen) dan Peru (38,8 persen).

Kemendag juga mencatat pelemahan impor barang konsumsi dan penguatan impor barang modal seiring dengan peningkatan investasi di Indonesia.

Pada periode Januari-April 2012, impor barang konsumsi tumbuh 3,1 persen, bahan baku sebesar 13,2 persen dan barang modal tumbuh hingga 35,2 persen.

Negara asal barang impor ke Indonesia dengan pertumbuhan terbesar adalah Kuwait (3.650 persen), Nigeria (650 persen), Arab Saudi (327 persen), Rusia (180 persen) dan Kanada (71 persen).

(D017)

Posted by cripto at 3:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • BNP2TKI: Timor Leste butuh banyak TKI
    Deputi Kerja Sama Luar Negeri & Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Endang Sulistiyaningsi men...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates