waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Muliaman: model bisnis untuk "financial inclusion" diperlukan

Written By cripto on Wednesday, June 27, 2012 | 2:00 PM

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D Hadad mengatakan, model bisnis yang baik sangat diperlukan untuk mendorong akses masyarakat kepada sektor perbankan atau kegiatan keuangan inklusif (financial inclusion).
SRC:www.antaranews.com

Muliaman Hadad (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

Nanti kita buat kriterianya, itu bagian dari keinginan bank sentral untuk mendorong inovasi dalam menciptakan business model yang efektif."

Jakarta (ANTARA News) - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D Hadad mengatakan, model bisnis yang baik sangat diperlukan untuk mendorong akses masyarakat kepada sektor perbankan atau kegiatan keuangan inklusif (financial inclusion).

"Kedepan kita dituntut untuk menciptakan business model yang efektif untuk mendorong inklusifitas ini," katanya dalam jumpa pers pekan kegiatan keuangan inklusif di Jakarta, Rabu.

Muliaman mengatakan model bisnis yang efektif dengan mitigasi risiko yang jelas serta fleksibel dalam pondasi yang sehat, dapat menjadi tuntutan dalam pengembangan kegiatan keuangan inklusif ini.

"Karena ini bukan uang siapa-siapa, ini uang masyarakat maka harus dilakukan dalam konteks perkreditan yang sehat. Kalau tidak ini jadi bom waktu," ujarnya.

Sebagai salah satu model bisnis yang dapat dikembangkan untuk mendorong kegiatan keuangan inklusif, Bank Indonesia dan Perbanas bisa menyiapkan penghargaan bagi industri perbankan yang memberikan inovasi dalam bidang ini.

"Nanti kita buat kriterianya, itu bagian dari keinginan bank sentral untuk mendorong inovasi dalam menciptakan business model yang efektif," kata Muliaman.

Momen pertumbuhan sektor perbankan, lanjut dia, juga ikut mendukung pengembangan kegiatan keuangan inklusif karena banyak industri yang mulai masuk dalam pembiayaan usaha mikro.

"Makin lama makin banyak bank yang masuk ke mikro dan ini mudah-mudahan mendorong eskalasi kegiatan inclusion di Indonesia pada masa-masa mendatang," katanya.

Namun, menurut Muliaman, Bank Indonesia dan pemerintah tidak bisa sendirian dalam mengembangkan kegiatan keuangan inklusif ini.

Untuk itu peran industri, pemerintah daerah dan masyarakat sangat diperlukan karena masing-masing memiliki fungsi tersendiri.

"Financial inclusion ini tentu saja sangat ditentukan oleh keleluasaan akses kepada industri keuangan nasional. Jadi kalau akses itu mudah rasanya kegiatan ini relatif mudah kita wujudkan," ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan keuangan inklusif akan memiliki banyak manfaat dalam jangka panjang, karena tidak hanya masalah pemberian kredit namun juga terkait kemudahan akses perbankan kepada masyarakat.

"Kegiatan ini akan sustainable dan secara bisnis bertahan untuk jangka waktu yang panjang, karena memang, ini menurut saya, hal yang baru. Kita juga banyak kegiatan untuk mengurangi gap (kesenjangan)," ujar Muliaman.

Dalam pembukaan pekan kegiatan keuangan inklusif telah ditandatangani tiga buah nota kesepahaman antara Bank Indonesia dengan kementerian terkait dalam rangka sosialisasi kegiatan keuangan inklusif.

Nota kesepahaman pertama adalah antara Bank Indonesia dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka pelaksanaan edukasi perbankan dan keuangan kepada peserta didik pada tingkat SD, SMP, SMA dan Universitas.

Kemudian, nota kesepahaman antara Bank Indonesia dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM bidang kelautan.

Terakhir, nota kesepahaman antara Bank Indonesia dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat memperoleh dokumen pertanahan dalam rangka perluasan dan pemerataan akses pembiayaan perbankan.

Sementara, terkait dengan pelaksanaan keuangan inklusif, Bank Indonesia akan menerbitkan sejumlah kebijakan untuk membuka akses masyarakat kepada sektor keuangan dan perbankan.

Kebijakan tersebut antara lain kebijakan "branchless banking" yang merupakan upaya untuk memperluas jangkauan bank dalam memberikan jasa keuangan.

Kemudian kebijakan "financial education" yang merupakan upaya untuk meningkatkan "financial literacy" sehingga masyarakat dapat memanfaatkan produk dan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Selanjutnya adalah kebijakan "start up kredit", yang merupakan upaya untuk menciptakan produk dan jasa perbankan yang sesuai dengan kebutuhan pengusaha pemula.

Selain itu juga kebijakan Financial Identity Number (FIN), yang merupakan penyusunan nomor induk keuangan untuk mencakup masyarakat yang sama sekali belum pernah berhubungan dengan bank atau "strictly unbanked people", masyarakat yang pernah terhubung dengan bank atau "partially unbanked", maupun masyarakat yang sudah terhubung dengan bank atau "fully banked". (S034/A026)

Posted by cripto at 2:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • BNP2TKI: Timor Leste butuh banyak TKI
    Deputi Kerja Sama Luar Negeri & Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Endang Sulistiyaningsi men...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates