waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Pertumbuhan ekonomi perlu dukungan anggaran infrastruktur

Written By cripto on Tuesday, June 26, 2012 | 5:00 AM

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Armida Salsiah Alisjahbana, mengatakan bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 7,0 persen, maka diperlukan dukungan ...
SRC:www.antaranews.com

Armida S. Alisjahbana. (ANTARA/Septianda Perdana)

"Jadi salah jika dikatakan APBN untuk infrastruktur bisa besar."



Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Armida Salsiah Alisjahbana, mengatakan bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 7,0 persen, maka diperlukan dukungan anggaran infrastruktur berkelanjutan.

"Anggaran infrastruktur memang belum mencukupi kebutuhan yang ada, pemerintah terus melakukan koordinasi dalam menggalang dana, baik dari Pemda, BUMN, maupun swasta yang akan dirangkul melalui skema Public Private Partnership (PPP)," kata Armida dalam seminar "Peningkatan Daya Saing Nasional melalui Reformasi Birokrasi" di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa.

Dikemukakannya, untuk memenuhi pendanaan infrastruktur itu pemerintah juga berupaya merangkul lembaga keuangan multilateral.

Armida menjelaskan, pada Orde Baru rasio pendanaan infrastruktur terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) masih cukup tinggi, yakni sekitar 7,0 persen hingga 8,0 persen.

"Zaman Orde Baru pertumbuhannya berkelanjutan, dan anggaran infrastrukturnya bisa tujuh hingga delapan persen terhadap PDB. Tapi, setelah krisis 1997-1998, rasio dana infrastruktur terhadap PDB hanya sekitar tiga sampai empat persen, padahal idealnya lima persen," jelasnya.

Menurut dia, bila pertumbuhan Indonesia ingin mencapai lebih dari 7 persen maka alokasi anggaran infrastruktur minimal harus berada pada kisaran 7,0 persen hingga 8,0 persen.

"Jadi salah jika dikatakan APBN untuk infrastruktur bisa besar, kecuali subsidi dikurangi. Karena, APBN sudah dialokasikan ke anggaran lain, seperti pendidikan, kesehatan. Itulah kenapa, saat ini pemerintah benar-benar fokus untuk melaksanakan progran MP3EI," ujarnya. MPEI adalah (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia).

Ia menjelaskan, sulitnya memenuhi anggaran infrastruktur salah satu sebabnya adalah masih tingginya tingkat subsidi dalam APBN. Kalau subsidi tidak dikurangi, maka pemerintah akan terus kesulitan untuk mendanai infrastruktur.

Armida mengakui, dalam memenuhi kebutuhan dana infrastruktur pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, misalnya swasta, untuk meningkatkan infrastruktur di Indonesia agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih dari 7,0 persen.
(T.ANT-135/A023)

Posted by cripto at 5:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • Indonesia bidik Eropa lewat "Tong-Tong Fair"
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membidik wisatawan Eropa di Tong-Tong Fair bertema "Java" yang berlangsung di Malievel...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates