waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Bakar rumah untuk selamatkan jiwa di New York

Written By cripto on Thursday, July 5, 2012 | 6:00 AM

Petugas pemadam akan menghabiskan waktu dua pekan untuk membakari rumah di satu pulau kecil di New York Harbor untuk satu tujuan: Menyelamatkan nyawa.
SRC:www.antaranews.com

Simulasi pemadaman kebakaran. Tidak seperti di film-film, perilaku api memusnahkan apa saja dalam kebakaran tidak bisa diperkirakan begitu saja. jajaran pemadam kebakaran Kotapraja New York tengah mengembangkan teknik penanggulangan kebakaran besar di sana. (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)

... rumah yang lebih alamiah biasanya terbakar dalam waktu 17 sampai 20 menit, rumah modern dapat dilahap api hanya dalam waktu lima menit...



New York (ANTARA News) - Petugas pemadam akan menghabiskan waktu dua pekan untuk membakari rumah di satu pulau kecil di New York Harbor untuk satu tujuan: Menyelamatkan nyawa.

Sebanyak 18 townhouse yang tak dihuni di Governor's Island, New York City, dan dulu digunakan menampung anggota Penjaga Pantai telah berubah jadi kobaran api. Itu dilakukan dalam percobaan bertujuan mengembangkan strategi baru untuk menyelamatkan nyawa.

Townhouse dalam istilah Inggris Amerika adalah rumah dengan dibangun secara semi-rapat di kota-kota besar, tapi tak selalu berupa rumah berjajar.

Dalam satu kegiatan Selasa (3/7), korek api dinyalakan di dekat surat kabar di lantai dasar rumah yang penuh perabot. Dalam waktu lima menit, asap hitam tebal mulai keluar dari pintu belakang. Belum 10 menit berlalu, kobaran api merah tua menjilati jendela lantai dasar.

Petugas pemadam secara bertahap membuka jendela untuk memungkinkan udara segar mengalir masuk, untuk melihat bagaimana kobaran api bereaksi terhadap saluran udara yang berbeda.

Dalam kondisi sesungguhnya, udara masuk secepat mungkin dari pintu, jendela dan atap yang terbuka.

"Mereka membawa ke luar laboratorium buat petugas pemadam," kata insinyur perlindungan dari kebakaran dari National Institute of Standards and Technology, Dan Madryzkowsky yang melakukan ujicoba dengan FDNY dan Underwriters Laboratories, satu kelompok nir-laba.

Gagasan di belakang percobaan itu dan percobaan lain yang berlangsung di Gobernor's Island ialah menemukan kelemahan dalam teknik pemadaman api yang, dalam banyak kasus, belum berubah selama beberapa dasawarsa.

Pada saat sama, rumah tangga modern telah mengalami perubahan dramatis; sebagian besar bahan organik, seperti kapas dan bulu, digantikan dengan bahan sintetis yang lebih terjangkau dan diperkenalkan pada 1970-an, demikian laporan Reuters, Kamis siang.

Dengan perubahan itu muncul lah kecenderungan yang mengganggu, kata Wakil Asisten Kepala Dinas Pemadam, Robert Maynes. Bahan baru itu telah memperpendek waktu yang diperlukan untuk terbakar, dan mengakibatkan api berkobar lebih panas lagi.

Jika rumah yang lebih alamiah biasanya terbakar dalam waktu 17 sampai 20 menit, rumah modern dapat dilahap api hanya dalam waktu lima menit.

Akibatnya, kata Maynes, peningkatan kebakaran dan korban jiwa mulai terlihat dalam statistik dinas pemadam pada 1983.

Para peneliti yang melakukan percobaan di Governor`s Island berharap masing-masing rumah, yang dilengkapi dengan lebih dari 100 sensor yang mengukur oksigen, karbon dioksida, karbon monoksida, aliran udara di semua rumah tersebut dan tingkat panas, akan memberi mereka informasi berharga dalam penanganan kebakaran.

Meskipun laporan resmi dirancang disiarkan dalam satu tahun, informasi penting dapat diketahui dalam waktu beberapa menit setelah percobaan itu dan akan diajarkan sesegera mungkin, kata Komisaris Dinas Pemadam Salvatore Cassano.

Percobaan serupa telah dilancarkan di tempat lain, tapi semua itu dikerjakan di instalasi percobaan tersebut --tempat rumah dibakar di dalam laboratorium dan kondisi seperti angin serta temperatur terkendali.

Sebaliknya rumah di Governor`s Island menyediakan lingkungan alamiah mengenai rumah sesungguhnya, sehingga peneliti melakukan percobaan dengan variasi yang lebih nyata.

"Ini lah tempat ilmu pengetahuan bertemu dengan jalanan," kata John Drengenberg, Direktur Keselamatan Konsumen bagi Underwirters Laboratories.

(C003/A011)

Posted by cripto at 6:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • Indonesia bidik Eropa lewat "Tong-Tong Fair"
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membidik wisatawan Eropa di Tong-Tong Fair bertema "Java" yang berlangsung di Malievel...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates