waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Dahlan: elite daerah harus mampu petakan masalah

Written By cripto on Sunday, July 1, 2012 | 1:00 PM

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengingatkan elite di daerah harus bisa memahami dan dapat memetakan masalah, karena Negara Indonesia sedang memasuki fase "middle class income trap" atau jebakan masyarakat ekonomi menengah.
SRC:www.antaranews.com

Menteri BUMN Dahlan Iskan (ANTARA)

Jika Indonesia ingin menjadi negara maju harus mampu menaklukan jebakan tersebut. Jembakan cukup beragam, mulai dari kemacetan yang selalu dikeluhkan masyarakat sampai birokrasi pemerintah,"





Padang (ANTARA News) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengingatkan elite di daerah harus bisa memahami dan dapat memetakan masalah, karena Negara Indonesia sedang memasuki fase "middle class income trap" atau jebakan masyarakat ekonomi menengah.

Menteri BUMN menyampaikan hal tersebut pada seminar Kewirausahaan di Auditorium Gubernuran Sumbar, Minggu, merupakan rangkaian agenda kunjungan ke Sumbar.

Menurut dia, masyarakat kelas menengah menginginkan sesuatu yang bersifat instant dan cepat, seperti alat transportasi ingin yang cepat, bahkan tidak mau naik bus, tapi naik pesawat terbang untuk transportsi. Namun, fase ini memang harus dijalani bagi negara yang ingin menjadi negara maju, karena sama halnya dengan tumbuh kembang sesorang dari bayi, balita, remaja, dewasa dan tua.

Masuknya Indonesia ke fase ini, tambah menteri, tentu punya nilai flus dan minusnya, karena di sisi positifnya mengidentifikasi semkain berkembangnya ekonomi dan di sisi negatif ingin selalu enak dan cepat.

Misalnya mereka memiliki daya aliran listrik hanyaƂ  1.300 watt, tapi menginginkan memasang pendingin udara (ac), padahal itu tidak boleh.

"Jika Indonesia ingin menjadi negara maju harus mampu menaklukan jebakan tersebut. Jembakan cukup beragam, mulai dari kemacetan yang selalu dikeluhkan masyarakat sampai birokrasi pemerintah," katanya.

Menurut dia, masyarakat Indonesia mengeluhkan kemacetan karena membandingkan dengan keberhasilan Singapura dalam menata transportasi.

Singapura telah menerapkan aturan bahwa jika warganya ingin mengendarai mobil harus mendapatkan izin dari pemerintah. Mendapatkan izin memiliki mobil, biaya izinnya jauh lebih mahal dari harga beli kendaraan.

Namun, konteks Indonesia maukah masyarakat diterapkan regulasi demikian?. Sedangkan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) saja sudah banyak masyarakat yang protes.

Menurut Dahlan, jebakan terbesar adalah birokrasi, karena untuk menjadi negara modern tidak dengan birokrasi sekarang ini.

"Kita tidak bisa tidak mesti melewati fase ini, sama seperti remaja yang tak bisa melewati masa pubernya. Untuk menghindari jembakan tersebut harus dengan leadership yang kuat," ujarnya.

Sebab, masih banyak masyarakat banyak masyarakat yang pesimistis dengan kemampuan bangsa sendiri, bahkan telah menjalar sampai ke kampung-kampung.

Padahal, katanya, Garuda Indonesia sudah mampu mengalahkan Malaysia dan Singapura Airlines, tapi masih banyak yang meragukan. Begitu juga saat akhir tahun, nama Semen Gresik akan diganti semen Indonesia yang memiliki kualitas nomor 1 di Asia Tenggara.

Kemudian, tambahnya, ekonomi Indonesia mampu mengalahkan ekonomi Belanda, dan diperkirakan dua tahun lalu ekonomi negeri ini, juga mampu mengalahkan ekonomi Spanyol.

Kendati demikian, untuk menjadi negara maju Indonesia harus mampu melakukan perubahan, maka dijajaran BUMN, seperti Pelindo sudah diminta untuk berbenah, selama ini antrean kapal terlalu lama, sehingga menimbulkan biaya cukup besar.

Selain itu, Perum Bulog dalam mengangkat barang harus menggunakan kontainer dan tak boleh lagi menggunakan karung-karung kecil karena bongkar-muatnya terlalu lama.

"Selama ini kalau kapal membawa logistik Bulog masuk, kapal lain tak bisa merapat sampai aktivitas pembongkar barang Bulog selesai. Maka koridor dari Timur ke Barat semuanya harus berbenah," katanya.
(ANT)

Posted by cripto at 1:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • BNP2TKI: Timor Leste butuh banyak TKI
    Deputi Kerja Sama Luar Negeri & Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Endang Sulistiyaningsi men...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates