waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

"Peraturan tata niaga impor runyam"

Written By cripto on Monday, July 2, 2012 | 11:00 PM

Himpunan Pengusaha Lira Indonesia (Hiplindo) menilai lemahnya koordinasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono membuat pengaturan tata niaga impor holtikultura menjadi runyam.
SRC:www.antaranews.com





Semarang (ANTARA News) - Himpunan Pengusaha Lira Indonesia (Hiplindo) menilai lemahnya koordinasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono membuat pengaturan tata niaga impor holtikultura menjadi runyam.

"Misalnya, kebijakan antara Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, dan para gubenur yang tidak sejalan menyebabkan pelaku usaha kebingungan dan petugas Bea dan Cukai menjadi serba salah. Ini harus segera diatasi kalau tidak akan menghambat perekonomian," kata Ketua Umum Hiplindo Jusuf Rizal melalui surat elektroniknya kepada ANTARA di Semarang, Selasa.

Ia mengatakan bahwa Menko Perekonomian Hatta Rajasa perlu segera mengambil langkah-langkah strategis, taktis, dan koordinatif dengan para menterinya agar tidak mengeluarkan kebijakan yang saling bertabrakan guna memacu pertumbuhan ekonomi.

Menurut Jusuf Rizal, apa pun kebijakan pemerintah yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memajukan dunia usaha patut semua pihak mendukungnya. Akan tetapi, jika kebijakan itu ternyata memiliki kelemahan yang menjadi kontraproduktif, dunia usaha pasti akan berteriak, seperti kebijakan tata niaga impor produk holtikultura yang bertabrakan.

Menteri Pertanian telah mengeluarkan permen soal pambatasan pemasukan produk holtikultura melalui pelabuhan (buah dan sayur). Semula pemberlakuan peraturan ini pada tanggal 19 Maret 2012, kemudian diundur hingga 19 Juni 2012, katanya.

Namun, lanjut dia, Permen Perdagangan No. 30/M-DAG/PER/5/2012 malah menunda lebih lama lagi hingga 28 September 2012. Sementara untuk tujuan Jawa Timur, Gubernur Jatim, Soekarwo berdasarkan peraturan daerah setempat menolak masuknya impor buah dan sayuran ke Jawa Timur karena khawatir akan mematikan para petani.

"Tentu adanya peraturan itu akan menyulitkan aparat Bea Cukai di lapangan. Dualisme kebijakan kementerian ini seolah menunjukkan lemahnya koordinasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Dunia usaha pun menjadi bingung dengan kebijakan yang tidak sinkron ini," kata mantan Sekjen Indonesia Junior Chamber (IJC) Internasional itu.

Untuk itu, peraih penghargaan Leadership Award tersebut mendesak Menko Perekonomian Hatta Rajasa melakukan pembenahan kebijakan satu pintu agar masing-masing kementerian tidak jalan sendiri-sendiri sesuai dengan kepentingan masing-masing.

Masalahnya, menurut dia, kebijakan itu tidak hanya menyangkut dalam negeri, tetapi juga dunia internasional. Jika tidak dilakukan pembenahan citra pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono akan lebih terpuruk lagi.

"Semestinya kebijakan-kebijakan strategis harus dibicarakan inter-kementerian. Bukan semau-maunya menterinya. Untuk itu, Hatta Rajasa mesti tegas benahi permen yang tidak sejalan itu," demikian Jusuf Rizal. ***2***

(TZ.D007/B/R010/R010) 03-07-2012 11:53:42

Posted by cripto at 11:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • Rio Haryanto tempati peringkat ke-9 di Bahrain
    Pebalap nasional asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Rio Haryanto, menempati peringkat kesembilan pada race pertama lomba balap mobil G...
  • Gubernur Kalsel instruksikan pembatasan pembelian premium
    Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluarkan instruksi pembatasan pembelian premium di SPBU untuk mengurangi terjadinya antrean pan...
  • BNP2TKI: Timor Leste butuh banyak TKI
    Deputi Kerja Sama Luar Negeri & Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Endang Sulistiyaningsi men...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates