waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Eijkman rekayasa genetika forensik satwa liar

Written By cripto on Sunday, June 24, 2012 | 10:00 AM

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mulai mengembangkan teknik rekayasa genetika forensik bagi penanganan penegakan hukum kasus-kasus satwa liar dalam rangka melindungi mereka dari kepunahan.
SRC:www.antaranews.com

Gajah (REUTERS/Thomas Mukoya)

Untuk membawa kejahatan seperti perdagangan atau kepemilikan satwa liar ke pengadilan...

Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mulai mengembangkan teknik rekayasa genetika forensik bagi penanganan penegakan hukum kasus-kasus satwa liar dalam rangka melindungi mereka dari kepunahan.

"Untuk membawa kejahatan seperti perdagangan atau kepemilikan satwa liar ke pengadilan diperlukan bukti-bukti ilmiah, maka dibutuhkan teknik genetika forensik," kata Wakil Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Dr Herawati Sudoyo di sela Seminar "Capacity Building in Wildlife Conservation and Forensic Genetics" di Jakarta, Kamis.

Dengan forensik DNA, suatu produk dapat diketahui berasal dari bagian tubuh suatu satwa liar seperti cula, gading, kulit, dan lainnya, bahkan bisa diketahui asal-usul spesies dan sub-spesiesnya, ujar dia.

Untuk melakukan analisis tersebut hanya diperlukan marka genetik dari berbagai satwa liar.

Eijkman tinggal berkolaborasi dengan berbagai lembaga konservasi satwa liar internasional yang telah melakukan riset-riset terkait genetika forensik dan marka satwa-satwa liar seperti dengan Trace Wildlife Forensics Network dan Wildlife Conservation Society (WCS).

"Untuk mengidentifikasi suatu organisma dari genetika forensik bisa dilihat dari urutan DNA-nya dan bisa dilihat dari variasi panjang DNA. Dari sini bisa diketahui seekor spesies harimau berasal dari keluarga mana," katanya.

Ia memberi contoh, harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang diindikasikan dengan haplotype dengan penanda T dan G, sementara harimau Afrika (Panthera tigris altaica) memiliki penanda A, A dan C dan harimau China (Panthera tigris Amoyensis) dengan penanda A dan C.

"Dengan genetika forensik, polisi bisa mengetahui suatu barang berasal dari bagian tubuh Panthera tigris Sumatrae yang hampir punah dan dilindungi dan diatur dalam UU di Indonesia atau bukan. Di luar itu polisi tidak perlu menangani lagi karena ini berkaitan dengan pengambilan keputusan," katanya.

Selain untuk kepentingan penegakkan hukum, genetika forensik bisa digunakan untuk mengetahui evolusi suatu spesies, jumlah populasinya, distribusinya, dan data lain yang diperlukan untuk kepentingan konservasi.

Sebelumnya ini Eijkman sudah melakukan penelitian tentang penyebaran populasi penduduk nusantara dari teknik DNA mitokondria, riset berbagai penyebaran penyakit dan "DNA barcoding" untuk mengidentifikasi ternak dan proyek lainnya terkait DNA.

"Sehingga tidak sulit bagi Eijkman untuk mengerjakan genetika forensik terkait perlindungan satwa liar. Kami sudah memiliki pendekatannya dan tinggal melengkapi dengan bagaimana melakukan validasi sesuai kaidah forensik," katanya.
(D009)

Posted by cripto at 10:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Riwayat hidup Roger Federer
    Berikut ini data dan fakta petenis Swiss, Roger Federer, yang meraih gelar juara untuk ketujuh kalinya dalam turnamen itu setelah menang pad...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan
    Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan so...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates