waktubaca

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Kemkominfo agar matangkan kalkulasi tambahan blok 3G

Written By cripto on Sunday, June 24, 2012 | 11:00 AM

Kemenkominfo diminta untuk melakukan perencanaan dan kalkulasi yang matang dalam seleksi tambahan blok frekuensi seluler generasi ketiga (3G) agar tidak terjadi inefisiensi bagi pelaku usaha.
SRC:www.antaranews.com

Pemerintah harus belajar dari kasus penataan blok 3G pada akhir 2011 di mana terjadi blok yang tidak berdampingan, sehingga tidak efisien dan menghambat ekspansi jaringan oleh pemilik frekuensi,"



Jakarta (ANTARA News) - Kemenkominfo diminta untuk melakukan perencanaan dan kalkulasi yang matang dalam seleksi tambahan blok frekuensi seluler generasi ketiga (3G) agar tidak terjadi inefisiensi bagi pelaku usaha.

"Pemerintah harus belajar dari kasus penataan blok 3G pada akhir 2011 di mana terjadi blok yang tidak berdampingan, sehingga tidak efisien dan menghambat ekspansi jaringan oleh pemilik frekuensi," ungkap Heru Sutadi, peneliti dari Indonesia ICT Institute, di Jakarta, Minggu.

Menurut Heru, pemerintah dari awal harus berani menyatakan status dari blok yang akan ditawarkan, terutama jika dikaitkan dengan kondisi yang ada di frekuensi 2,1 GHz.

Diketahui, pemerintah sepakat menggunakan metode "beauty contest" dalam seleksi tambahan blok ketiga di frekuensi 2,1 GHz.

Pemerintah juga optimistis pada Juli 2012 proses seleksi bisa dijalankan agar Agustus 2012 frekuensi bisa digunakan.

Heru memperkirakan pemerintah menyiapkan dua skenario opsi bagi calon pemenang, pertama, pemenang harus menerima kondisi blok 11 dan 12 seperti yang ada sekarang.

Terkait isu interferensi, lanjutnya, pemerintah harus memfasilitasi Smart Telecom untuk mengatur power sinyalnya.

Konsekuensi dari pilihan pertama ini tidak ada penataan ulang frekuensi seperti yang dijanjikan pemerintah akhir tahun lalu bagi pelaku usaha.

"Sebenarnya secara teknologi ini bisa diwujudkan karena blok ketiga tidak harus berdampingan, dengan syarat dua blok pertama "contiguous", dan yang terpisah tidak lebih dari 25 MHz," katanya.

Adapun skenario kedua, adalah penataan ulang untuk semua pemain guna memenuhi keinginan pelaku usaha memiliki blok berdampingan, yang dilakukan setelah proses seleksi selesai.

"Jika ini yang dipilih pemerintah, dipastikan akan rumit dan terjadi inefisiensi. Jika opsi ini yang dipilih, maka pemerintah tidak boleh menyatakan blok 11 dan 12 yang akan ditawarkan dalam seleksi, karena kandidat pemenang bisa saja tidak menempati blok yang ditawarkan itu," ujar Heru.

Lebih lanjut dijelaskan, menata blok frekuensi tidak semudah membalik telapak tangan karena melibatkan semua operator, sehingga perlu dicari cara yang lebih efisien dalam memberikan tambahan blok ketiga bagi operator.

"Yang menjadi dilema bagi pemerintah adalah adanya kesepakatan menata ulang di akhir 2011 itu, tetapi perkembangan teknologi justru menunjukkan ada kemungkinan tanpa ditata ulang dengan kondisi yang ada bisa diutilisasi blok yang dimiliki," kata Heru.
(ANT)

Posted by cripto at 11:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad
    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang d...
  • Hasil dan klasemen ISL 2011-2012
    Berikut ini hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Sabtu: Deltras vs Persisam 1-3 Jumat:Persipura vs PSPS 2-1Persida...
  • Batik "mbeling" gunakan pewarna dari rumput laut
    Perajin batik dari Pekalongan, Harris Riadi memilih mewarnai batik "mbeling" buatannya dengan pewarna alami dari rumput laut.
  • Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"
    Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhu...
  • Schumacher kembali naiki podium F1
    Michael Schumacher membuat kejutan kemarin ketika mengakhiri perlombaan Formula Satu (F1) dengan naik ke podium--ini adalah untuk pertama ...
  • Riwayat hidup Roger Federer
    Berikut ini data dan fakta petenis Swiss, Roger Federer, yang meraih gelar juara untuk ketujuh kalinya dalam turnamen itu setelah menang pad...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Pemimpin EU hindari Ukraina terkait kasus Tymoshenko
    Ukraina menghadapi isolasi yang semakin bertambah Senin ketika lima presiden dan seorang ketua EU menyatakan berencana absen pada pertemuan ...
  • Nilai ekspor produk rotan 27 juta dolar
    Kebijakan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang menutup kran ekspor bahan baku rotan mulai terlihat hasilnya dan nilai ekspor telah mamp...
  • RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan
    Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan so...
 
Copyright © 2011. waktubaca . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates